home edukasi & pesantren

Nasaruddin Umar: Hampir Semua Tafsir Mengalami Gender Bias

Senin, 20 Januari 2025 - 16:20 WIB
Hampir semua tafsir yang ada mengalami gender bias. Hal itu antara lain disebabkan karena pengaruh budaya Timur Tengah. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Prof Dr KH Nasaruddin Umar mengatakan hampir semua tafsir yang ada mengalami gender bias. Hal itu antara lain disebabkan karena pengaruh budaya Timur Tengah yang androcentris.

"Bukan hanya kitab-kitab Tafsir tetapi juga kamus," ujar Nasaruddin Umar lewat tulisannya berjudul "Perspektif Jender Dalam Islam" dalam buku Jurnal Pemikiran Islam Paramadina.

Dia mencontohkan, al-dzakar/mudzakkar (laki-laki) seakar kata dengan al-dzikr berarti mengingat. Kata khalifah di dalam kamus Arab paling standar, Lisan al-Arab, menyatakan bahwa: "khalifah hanya digunakan di dalam bentuk maskulin" (al-khalifah la yakun illa al-dzakar).

Ada beberapa ayat sering dipermasalahkan karena cenderung memberikan keutamaan kepada laki-laki, seperti dalam ayat warisan (QS al-Nis'a'/4: 11), persaksian (QS al-Baqarah/2:228, Surat al-Nisa'/4:34), dan laki-laki sebagai pemimpin/qawwamah (QS al-Nisa'/4:34), akan tetapi ayat-ayat itu tidak bermaksud merendahkan kaum perempuan.

Baca juga: Persepsi Masyarakat Terhadap Gender Banyak Bersumber dari Tradisi Keagamaan

Ayat-ayat itu boleh jadi merujuk kepada fungsi dan peran sosial berdasarkan jenis kelamin (gender roles) ketika itu. Seperti diketahui, kata Nasaruddin Umar, ayat-ayat mengenai perempuan umumnya mempunyai riwayat sabab nuzul jadi sifatnya sangat historical.

Lagi pula ayat-ayat tersebut berbicara tentang persoalan detail (muayyidat). "Umumnya ayat-ayat seperti itu dimaksudkan untuk mendukung dan mewujudkan tujuan umum (maqashid) ayat-ayat essensial, yang juga menjadi tema sentral al-Qur'an," jelasnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya