home masjid

Kisah Bilal bin Rabah Menolak Mengumandangkan Azan setelah Nabi Wafat

Sabtu, 25 Januari 2025 - 05:45 WIB
Sepeninggal Rasulullah, Bilal bin Rabah dilanda kesedihan yang amat sangat. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID --Wafatnya Rasulullah SAW membuat Bilal bin Rabah sangat terpukul. Sampai-sampai ia tak mampu lagi mengumandangkan Azan. Bilal tak sanggup lagi meneruskan Azannya tatkala sampai pada kalimah “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah…." Tangisnya pecah. Luapan rindu kepada Nabi Muhammad SAW begitu meluap.

Rasulullah wafat pada tahun 11 Hijriyah di usianya yang ke-63. Ketika beliau wafat, kabar kesedihan langsung menyebar. Seluruh pelosok Madinah berubah menjadi muram.

Menurut Ibnu Hisyam dalam kitab Sirah an-Nabawiyah, Anas meriwayatkan, “Aku tidak pernah melihat suatu hari yang lebih baik dan lebih terang selain dari hari saat Rasulullah SAW masuk ke tempat kami, dan tidak kulihat hari yang lebih buruk dan lebih muram selain dari hari saat Rasulullah SAW meninggal dunia.”

Begitu pula dengan Bilal bin Rabah. Sepeninggal Rasulullah dia dilanda kesedihan yang amat sangat.

Dalam Shuwar min Hayaatis Shahabah karya Dr Abdurrahman Ra’fat Basya dipaparkan bahwa sejak kepergian Rasulullah SAW, Bilal hanya sanggup mengumandangkan azan selama tiga hari.

Setiap sampai pada kalimat, “Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaahi,” dia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum Muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah Azan di Atas Reruntuhan Berhala saat Fathu Makkah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya