Djohan Effendi: Risalah Nabi Kita Terutama untuk Mengadakan Reformasi Sosial
Miftah yusufpati
Selasa, 28 Januari 2025 - 18:00 WIB
Djohan Effendi. Foto: Ist
LANGIT7.ID--Mengapa masalah kekayaan, keserakahan dan ketidakpedulian sosial mendapat sorotan tajam pada masa yang sangat awal dari kenabian Muhammad?
Djohan Effendi (1939-2027) dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Konsep-Konsep Teologis" mengatakan bahwa Risalah Nabi kita terutama untuk mengadakan reformasi sosial.
Menurutnya, hal ini bisa kita kaitkan dengan penegasan al-Qur'an yang mengatakan bahwa Muhammmad diutus tidak lain kecuali dalam rangka membawa rahmat bagi seluruh alam (QS. 21:107).
Dengan perkataan lain, misi utama Nabi Muhammad SAW adalah membantu manusia mewujudkan tata kehidupan yang disemangati nilai-nilai rahmah.
Anjuran Nabi agar kita selalu memulai kegiatan dan kerja kita dengan ucapan "Bismillahirrahmanirrahim" (bism-i 'l-Lah-i 'l-rahman-i 'l-rahim), memberikan suatu isyarat kepada kita agar kita menjadikan diri kita sebagai perwujudan dari nilai-nilai rahmah itu bagi sesama makhluk Tuhan.
Dengan perkataan lain apapun profesi kita, motivasi dan orientasi kita tidak boleh bergeser dari ide untuk menciptakan --atau setidak-tidaknya menjadi bagian dari proses menciptakan-- suatu tata kehidupan yang dilandasi nilai-nilai rahmah itu.
Djohan Effendi (1939-2027) dalam buku "Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah" bab "Konsep-Konsep Teologis" mengatakan bahwa Risalah Nabi kita terutama untuk mengadakan reformasi sosial.
Menurutnya, hal ini bisa kita kaitkan dengan penegasan al-Qur'an yang mengatakan bahwa Muhammmad diutus tidak lain kecuali dalam rangka membawa rahmat bagi seluruh alam (QS. 21:107).
Dengan perkataan lain, misi utama Nabi Muhammad SAW adalah membantu manusia mewujudkan tata kehidupan yang disemangati nilai-nilai rahmah.
Anjuran Nabi agar kita selalu memulai kegiatan dan kerja kita dengan ucapan "Bismillahirrahmanirrahim" (bism-i 'l-Lah-i 'l-rahman-i 'l-rahim), memberikan suatu isyarat kepada kita agar kita menjadikan diri kita sebagai perwujudan dari nilai-nilai rahmah itu bagi sesama makhluk Tuhan.
Dengan perkataan lain apapun profesi kita, motivasi dan orientasi kita tidak boleh bergeser dari ide untuk menciptakan --atau setidak-tidaknya menjadi bagian dari proses menciptakan-- suatu tata kehidupan yang dilandasi nilai-nilai rahmah itu.