Ponpes Salamun Aitam, Satu-satunya Ponpes Gratis bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Sumsel
Rio adi pratama
Rabu, 22 September 2021 - 15:49 WIB
Santri Pondok Pesantren Salamun Aitam saat doa bersama HUT Kabupaten Musi Banyuasin (foto: langit7.id/Rio Adi Pratama)
Pondok Pesantren Salamun Aitam di Kabupaten Musi Banyuasin jadi satu-satunya pesantren di Provinsi Sumatera Selatan yang memberikan pendidikan gratis. Hadirnya ponpes ini didasari pemikiran khusus memberikan pendidikan terbaik bagi fakir miskin dan dhuafa pada 2018 lalu.
Pengasuh Ponpes Salamun Aitam, H. Opi Palopi, mengatakan sejak dibangun di masa Bupati Muba Dodi Reza dan wakilnya Beni Hernedi pada 2018 lalu, para santri di ponpes tak serupiah pun dipungut biaya. Semua digratiskan mulai dari biaya sekolah hingga urusan mondok.
"Semua kebutuhan santri difasilitasi oleh Pemkab Muba. Mulai dari kebutuhan makan, pakaian dan seluruh proses pembelajaran diberi secara gratis,” ujar dia pada kegiatan yasinan dan doa bersama HUT Muba, Rabu (22/9/2021).
Baca Juga: Tak Ada Kata Terlambat Belajar Agama, Pesantren Ini Buka Program Santri Dewasa
Ponpes Salamun Aitam sekarang memiliki 103 santri yang seluruhnya merupakan yatim dan dhuafa.
“Semuanya itu anak yatim piatu dan dhuafa, yang benar-benar terancam tidak bisa sekolah,” tambah dia.
Pengasuh Ponpes Salamun Aitam, H. Opi Palopi, mengatakan sejak dibangun di masa Bupati Muba Dodi Reza dan wakilnya Beni Hernedi pada 2018 lalu, para santri di ponpes tak serupiah pun dipungut biaya. Semua digratiskan mulai dari biaya sekolah hingga urusan mondok.
"Semua kebutuhan santri difasilitasi oleh Pemkab Muba. Mulai dari kebutuhan makan, pakaian dan seluruh proses pembelajaran diberi secara gratis,” ujar dia pada kegiatan yasinan dan doa bersama HUT Muba, Rabu (22/9/2021).
Baca Juga: Tak Ada Kata Terlambat Belajar Agama, Pesantren Ini Buka Program Santri Dewasa
Ponpes Salamun Aitam sekarang memiliki 103 santri yang seluruhnya merupakan yatim dan dhuafa.
“Semuanya itu anak yatim piatu dan dhuafa, yang benar-benar terancam tidak bisa sekolah,” tambah dia.