LANGIT7.ID, Malang - Belajar Islam adalah kewajiban sekaligus hak bagi setiap Muslim. Apalagi Rasulullah SAW bersabda bahwa tandak kebaikan pada diri seseorang adalah diberi kefahaman dalam ilmu agama. Salah satu jalan terbaik untuk belajar Islam dengan baik dan benar adalah dengan cara nyantri di Pondok Pesantren.
Namun sayangnya, dewasa ini kebanyakan pesantren hanya membuka program nyantri untuk anak-anak atau remaja yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Akibatnya, tak sedikit mereka yang sudah dewasa dan belum sempat belajar Islam saat usia anak atau remaja, tak memiliki kesempatan untuk nyantri.
Baca Juga: Ingin Pahami Islam dengan Baik, Rizal Armada Punya Cita-Cita Jadi Santri
Nah Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang, Jawa Timur ini membuka kesempatan bagi mereka yang ingin belajar Islam meski sudah masuk usia dewasa.
Pesantren tersebut memiliki program khusus untuk santri dewasa yang diperuntukkan untuk calon santri berusia 18 tahun ke atas. Karena bersifat khusus dan tidak terikat dengan pendidikan formal, maka pendaftaran bagi santri dewasa terbuka sepanjang tahun. Tidak ada batas awal atau akhir.
Calon santri dewasa dapat datang dan mendaftar kapan saja ia ingin mondok. Cara pendaftaran juga mudah. Setiap santri dewasa yang ingin mondok dapat langsung datang ke pesantren Al-Khoirot dan akan langsung diterima.
Koordinator Program Santri Dewasa, Ustadz Ali Mahfudz, mengatakan, program ini bertujuan memberikan kesempatan kepada mereka yang baru memiliki kesadaran pentingnya ilmu agama pada usia yang tak lagi muda.
“Kami ingin memberikan ruang dan waktu kepada orang-orang yang masa kecilnya belum sempat belajar agama. Kemudian, dengan adanya program santri dewasa ini otomatis orang-orang yang belum sempat belajar itu bisa belajar, dan bisa mendalami ilmu agama,” kata Ustadz Ali melalui kanal youtube Pondok Pesantren Al-Khoirot, dikutip Kamis (9/9/2021).
Ustadz Ali mengatakan, banyak santri dewasa yang mengikuti program tersebut. Bahkan ada santri yang berasal dari Malaysia dan Brunei Darussalam. Mereka berbaur dengan santri-santri lain dalam ikatan kebersamaan dan kekeluargaan. Di sisi lain, mereka juga ditekankan kesederhanaan.
Dalam program ini, santri dewasa tidak hanya mendapatkan ilmu agama saja. Namun mereka bisa mendapatkan nilai-nilai sosial yang sudah tertanam di pondok pesantren itu. Misalnya makan bersama, menjalani keseharian bersama, hingga ngaji bersama.
“Sehingga dalam diri mereka tertanam rasa sosial kebersamaan itu,” kata Ustadz Ali. Para santri dewasa tidak ditentukan jangka waktu belajar di pesantren. Mereka bebas menentukan mau belajar berapa lama.
“Kalau batasan waktu, kami tidak menekankan, dan tidak ada program batasan waktu untuk santri dewasa. Tapi, dari calon santri dewasa sendiri yang harus memberikan target berapa lama ia ingin mondok, tergantung pengetahuan dasar agama mereka. Boleh satu bulan, satu tahun, lima tahun. Paling lama ada yang 5 tahun,” ucap Ustadz Ali.
Nah, bagaimana sahabat LANGIT7.ID, tertarik untuk belajar Islam mendaftar menjadi santri dewasa?. Sahabat bisa langsung datang ke Pondok Pesantren Al-Khoirot di Jalan KH Syuhud Zayyadi No.01, Dusun Adi Luwih, Karangsuko, Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang, Jawa Timur.
(jqf)