Potensi Pangsa Pasar Konsumen Muslim Cukup Besar
Ahmad zuhdi
Rabu, 22 September 2021 - 17:22 WIB
Ilustrasi seorang muslimah tengah belanja kebutuhan sehari-hari dengan pilihan produk-produk halal. Foto: Langit7.id/iStock
Perbankan syariah atau keuangan syariah tidak hanya diperuntukkan untuk kalangan muslim, tapi juga untuk seluruh kalangan termasuk non muslim. Apabila dilihat potensinya, Indonesia menduduki peringkat nomor satu sebagai populasi terbesar muslim dunia.
"Nah, kalau kita lihat 95 persen penduduk Indonesia ini menganggap agama sangat penting ya. Artinya, ini merupakan potensi pangsa pasar yang cukup besar," kata Direktur PT BCA Syariah Pranata Nazamuddin dalam webinar Langit7 bertajuk 'Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal', Rabu (22/9/2021).
Baca Juga:YLKI Sebut Pelaku Usaha di Indonesia Belum Ambil Peluang Besar Produk Halal
Menurut data Islamic Global Banking yang dipaparkan Pranata, Indonesia menduduki posisi keempat dari Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab (UEA). "Ini artinya kita naik satu peringkat dari tahun 2019, nah kalau kita lihat disini ada beberapa sektor yang menguat, seperti halal food, travel, fesyen, obat-obatan, dan kosmetika," ujarnya.
Wisata halal juga termasuk dalam sektor tersebut. Menurut Pranata, aspek wisata halal bukan hanya dilihat dari objeknya, tetapi juga berbicara secara integral, mulai dari penyajian makanan dan minuman di hotel, kesehatan terhadap lingkungan hingga bahan-bahan kosmetik yang halal.
Masih berbicara terkait potensi konsumen muslim, lanjut Pranata, Indonesia memiliki ekuivalen potensi lebih dari Rp3.400 triliun. Pertumbuhan ekonomi sampai kuartal dua tahun 2021 pun berada di angka 7,07 persen. Ini menunjukkan tren yang bagus dan potensi yang baik ke depannya.
Baca Juga:Yuswohady: Produk Muslim Justru Kian Diminati di Tengah Pandemi
"Nah, kalau kita lihat 95 persen penduduk Indonesia ini menganggap agama sangat penting ya. Artinya, ini merupakan potensi pangsa pasar yang cukup besar," kata Direktur PT BCA Syariah Pranata Nazamuddin dalam webinar Langit7 bertajuk 'Potensi Besar Konsumen Muslim yang Belum Digarap Maksimal', Rabu (22/9/2021).
Baca Juga:YLKI Sebut Pelaku Usaha di Indonesia Belum Ambil Peluang Besar Produk Halal
Menurut data Islamic Global Banking yang dipaparkan Pranata, Indonesia menduduki posisi keempat dari Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab (UEA). "Ini artinya kita naik satu peringkat dari tahun 2019, nah kalau kita lihat disini ada beberapa sektor yang menguat, seperti halal food, travel, fesyen, obat-obatan, dan kosmetika," ujarnya.
Wisata halal juga termasuk dalam sektor tersebut. Menurut Pranata, aspek wisata halal bukan hanya dilihat dari objeknya, tetapi juga berbicara secara integral, mulai dari penyajian makanan dan minuman di hotel, kesehatan terhadap lingkungan hingga bahan-bahan kosmetik yang halal.
Masih berbicara terkait potensi konsumen muslim, lanjut Pranata, Indonesia memiliki ekuivalen potensi lebih dari Rp3.400 triliun. Pertumbuhan ekonomi sampai kuartal dua tahun 2021 pun berada di angka 7,07 persen. Ini menunjukkan tren yang bagus dan potensi yang baik ke depannya.
Baca Juga:Yuswohady: Produk Muslim Justru Kian Diminati di Tengah Pandemi