home lifestyle muslim

Crushed Silk, Variasi Baru Sutra Lahir dari Ketidaksengajaan

Rabu, 19 Februari 2025 - 04:40 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Sutra selalu dikaitkan dengan kemewahan dan kebangsawanan, tetapi baru-baru ini, variasi sutra yang dihancurkan ataucrushed silktelah menjadi pusat perhatian.

Ditulis laman Hindustan Times, sutra memiliki jejak awal di Tiongkok, tempat pertama kali dibudidayakan lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Namun, penghancuran kain sutra berasal dari Lembah Indus di Asia Selatan dan mirip dengan teknik Shibori Jepang. Prosesnya melibatkan pembasahan, pelipitan, dan pengikatan kain dengan tali untuk menciptakan gelombang yang berkerut.

Efek kerutan awalnya merupakan hasil yang tidak diinginkan dari keausan alami kain seiring waktu, terutama di daerah dengan tingkat kelembapan tinggi.

Namun, para perajin di India dan Persia sengaja menggunakan tekstur ini, dengan menggunakan lipatan tangan dan perlakuan panas untuk menghasilkan tampilan kerutan yang khas.

Sifatnya yang ringan dan teksturnya yang mudah dirawat menjadikannya favorit untuk pakaian yang cocok untuk bepergian. Dengan semakin tingginya kecintaan terhadap kain bertekstur, para desainer mulai menggunakan sutra yang dihancurkan karena tampilannya yang organik namun tetap elegan.

"Meskipun secara tradisional digunakan dalam siluet yang mengalir, para desainer kini menggunakannya untuk potongan terstruktur, pelapisan, dan hiasan seperti sulaman dan kristal yang senada untuk menambah kedalaman dan dimensi," ujar desainer Rashi Kapoor.

Sutra yang dihancurkan dibuat melalui proses pengaturan panas khusus, di mana kain dipelintir dan diolah untuk mempertahankan teksturnya yang kusut. Metode tradisional melibatkan penghancuran dengan tangan dan pengayakan alami, tetapi saat ini, desainer menggunakan perawatan tekstil canggih untuk membuat efek kerutan lebih tahan lama.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya