Tagar #KaburAjaDulu Bukan Mental Santri, Prof Nadirsyah Hosen: Santri Cari Mabrur
Tim langit 7
Kamis, 20 Februari 2025 - 13:46 WIB
Prof Nadirsyah Hosen.
Tagar (#)kaburajadulu sedang ramai di media sosial. Tagar itu dipastikan bukan buatan santri, karena santri tidak akan pernah kabur, justru mencari mabrur.
Prof KH Nadirsyah Hosen, dosen dari Melbourne University, Australia, menyampaikan hal tersebut saat saat hadir di Haul Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.
Nadirsyah mengatakan, tagar ini bukti adanua rasa kecewa dan pesimisme orang-orang akan penghidupan di negeri sendiri.
“Dan santri diajarkan untuk tidak pesimis. Jelas tagar itu bukan buatan santri karena santri tidak pernah pesimis. Orang pesimis itu kalah di negerinya sendiri, bagaimana bisa mereka menang di negeri orang?,” jelasnya.
Baca juga:Mahfud MD Ikutan Nimbrung di Kehebohan Tagar #KaburAjaDulu
Nadirsyah menambahkan, tidak ada yang melarang untuk berkiprah di negeri orang, termasuk para santri. Karena sudah banyak santri yang berkontribusi di luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, Australia, Ametika dan negera lain.
“Tapi kalau santri mau ke luar negeri, harus luruskan nawaitu (niat)-nya. Nawaitunya bukan karena kalah di negerinya tapi karena ingin menaklukkan negeri orang,” tandasnya.
Prof KH Nadirsyah Hosen, dosen dari Melbourne University, Australia, menyampaikan hal tersebut saat saat hadir di Haul Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo.
Nadirsyah mengatakan, tagar ini bukti adanua rasa kecewa dan pesimisme orang-orang akan penghidupan di negeri sendiri.
“Dan santri diajarkan untuk tidak pesimis. Jelas tagar itu bukan buatan santri karena santri tidak pernah pesimis. Orang pesimis itu kalah di negerinya sendiri, bagaimana bisa mereka menang di negeri orang?,” jelasnya.
Baca juga:Mahfud MD Ikutan Nimbrung di Kehebohan Tagar #KaburAjaDulu
Nadirsyah menambahkan, tidak ada yang melarang untuk berkiprah di negeri orang, termasuk para santri. Karena sudah banyak santri yang berkontribusi di luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, Australia, Ametika dan negera lain.
“Tapi kalau santri mau ke luar negeri, harus luruskan nawaitu (niat)-nya. Nawaitunya bukan karena kalah di negerinya tapi karena ingin menaklukkan negeri orang,” tandasnya.