KJRI New York dan BP2MI Tingkatkan Peluang Ekonomi Pekerja Migran Indonesia
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 24 September 2021 - 16:00 WIB
Penyelenggaraan Employment Business Meeting (EBM) Luar Negeri di Delaware. Foto: istimewa
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelenggarakan Employment Business Meeting (EBM) Luar Negeri di Delaware.
EBM adalah forum bisnis untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dalam bidang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke wilayah kerja KJRI New York. Dalam kegiatan ini, mempertemukan 29 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan 10 pekerja migran AS serta 40 lembaga pendidikan/pelatihan Indonesia.
Sekretaris Utama Dubes, Tatang Budie Utama Razak mengatakan, Indonesia memiliki lembaga pendidikan dan pelatihan bagi calon PMI yang kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Sebelumnya, Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Jerman terkait penempatan PMI di Jerman dengan skema Government to Government (G to G).
"Harapannya skema yang sama dapat dilakukan dengan AS, disamping skema G to Private (P) maupun P to P," kata dia dikutip melalui keterangan resminya.
Baca juga:Lewat Riset, Pemerintah Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah dan Produk Halal
Sementara itu, Konjen RI New York, Arifi Saiman menekankan, pelaksanaan EBM menjadi forum untuk saling memanfaatkan peluang yang ada. Seperti permintaan tenaga kerja, khususnya perawat/ caregiver dan registered nurse di Timur AS.
Dia berharap, pengiriman tenaga caregiver dapat menjadi langkah awal dalam upaya penempatan PMI registered nurse ke AS.
EBM adalah forum bisnis untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dalam bidang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke wilayah kerja KJRI New York. Dalam kegiatan ini, mempertemukan 29 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan 10 pekerja migran AS serta 40 lembaga pendidikan/pelatihan Indonesia.
Sekretaris Utama Dubes, Tatang Budie Utama Razak mengatakan, Indonesia memiliki lembaga pendidikan dan pelatihan bagi calon PMI yang kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Sebelumnya, Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Jerman terkait penempatan PMI di Jerman dengan skema Government to Government (G to G).
"Harapannya skema yang sama dapat dilakukan dengan AS, disamping skema G to Private (P) maupun P to P," kata dia dikutip melalui keterangan resminya.
Baca juga:Lewat Riset, Pemerintah Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah dan Produk Halal
Sementara itu, Konjen RI New York, Arifi Saiman menekankan, pelaksanaan EBM menjadi forum untuk saling memanfaatkan peluang yang ada. Seperti permintaan tenaga kerja, khususnya perawat/ caregiver dan registered nurse di Timur AS.
Dia berharap, pengiriman tenaga caregiver dapat menjadi langkah awal dalam upaya penempatan PMI registered nurse ke AS.