LANGIT7.ID, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyelenggarakan
Employment Business Meeting (EBM) Luar Negeri di Delaware.
EBM adalah forum bisnis untuk membuka peluang kerja sama ekonomi dalam bidang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke wilayah kerja KJRI New York. Dalam kegiatan ini, mempertemukan 29 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan 10 pekerja migran AS serta 40 lembaga pendidikan/pelatihan Indonesia.
Sekretaris Utama Dubes, Tatang Budie Utama Razak mengatakan, Indonesia memiliki lembaga pendidikan dan pelatihan bagi calon PMI yang kualitasnya sudah diakui oleh dunia. Sebelumnya, Indonesia juga telah menandatangani MoU dengan Jerman terkait penempatan PMI di Jerman dengan skema
Government to Government (G to G).
"Harapannya skema yang sama dapat dilakukan dengan AS, disamping skema G to Private (P) maupun P to P," kata dia dikutip melalui keterangan resminya.
Baca juga: Lewat Riset, Pemerintah Tingkatkan Literasi Ekonomi Syariah dan Produk HalalSementara itu, Konjen RI New York, Arifi Saiman menekankan, pelaksanaan EBM menjadi forum untuk saling memanfaatkan peluang yang ada. Seperti permintaan tenaga kerja, khususnya perawat/ caregiver dan registered nurse di Timur AS.
Dia berharap, pengiriman tenaga caregiver dapat menjadi langkah awal dalam upaya penempatan PMI registered nurse ke AS.
Lebih lanjur, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Amerika dan Pasifik BP2MI, Lasro Simbolon memberikan apresiasinya kepada semua pihak yang turut terlibat dalam agenda tersebut. Ia berharap, kerja sama ini dapat terus terjalin hingga 2022.
Sebagai tindak lanjut, BP2MI melaksanakan pertemuan virtual dengan President sekaligus CEO
Commission on Graduates of Foreign Nursing Schools (CGFNS), Franklin Shaffer, pada Kamis, 23 September 2021. CGFNS menyambut baik rencana kerja sama antara Indonesia dengan CGFNS.
Dalam pertemuan itu, CGFNS menerima dan tengah mendalami draft
Letter of Intent (LoI) kerja sama dari BP2MI yang dikirimkan pada 3 Agustus 2021 lalu. Dalam temuannya, CGFNS meminta adanya penyesuaian mendasar, seperti dokumen perjanjian kerja sama antara BP2MI dan CGFNS tidak perlu melibatkan/menyebut nama Pemerintah AS dan perlu mengedepankan kerja sama praktikal.
Baca juga: Pemerintah Dorong Vaksinasi dan Digitalisasi Pedagang Pasar untuk Pemulihan EkonomiUntuk itu, dalam waktu dekat CGFNS akan menyusun dokumen kerja sama BP2MI - CGFNS, untuk selanjutnya didiskusikan dalam pertemuan virtual. Tepatnya yang akan diadakan dua pekan setelah draft dokumen kerja sama diterima BP2MI.
Sebegai informasi, kegiatan EBM telah dipersiapan sejak awal 2020 dan selama pandemi Covid-19 koordinasi tetap dilakukan antar pemangku kepentingan. Acara dilaksanakan secara hybrid, melalui media virtual, dan live dari Gedung
Chamber of Commerce of Wilmington, Delaware dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Selain itu,
potential employer/user AS yang hadir langsung di Delaware, antara lain
Performance Agency, Revolver Agency, Wilmington Cleaning Service Agency, It work Agency, Bail Bonds, Patriot Home Care, dan Enlivant Senior Living.(zul)