Dalil Dzikir Selepas Shalat, Boleh Dikeraskan dan Dibaca Lirih
Fajar adhitya
Jum'at, 24 September 2021 - 15:50 WIB
Dalil dzikir selepas shalat, boleh dikeraskan dan dibaca lirih. (Foto: iStock).
Dalil dzikir selepas shalat mengenai bolehnya dikeraskan atau dibaca lirih tentu sama-sama kuat. Ummat Islam bisa berpegang pada kedua landasan hukum tersebut.
Keutamaan memperbanyak dzikir setelah shalat menjadi amalan penghapus dosa dan mempercepat terkabulnya doa. Namun banyak yang mempertanyakan dalil dzikir selepas shalat ini perlu dikeraskan atau dibaca liri.
Dzikir setelah sahalat bisa dilakukan secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Banyak dalil-dalil dalam hadits maupun Alquran tentang keutamaan dzikir berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Baca Juga: Kedahsyatan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Doa saat Hadapi Kesulitan
Dalam sebuah hadits Qudsi riwayat Bukhari Muslilm, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman, 'Aku kuasa untuk berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya jika ia menyebut namaku."
Jika ia menyebut namaku dengan lirih Aku akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebutku secara berjamaah atau dengan suara keras maka aku akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia'."
Dzikir berjamaah setelah shalat juga pernah dicontohkan Rasulullah dan dilakukan para sahabat. Sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim.
Keutamaan memperbanyak dzikir setelah shalat menjadi amalan penghapus dosa dan mempercepat terkabulnya doa. Namun banyak yang mempertanyakan dalil dzikir selepas shalat ini perlu dikeraskan atau dibaca liri.
Dzikir setelah sahalat bisa dilakukan secara berjamaah ataupun sendiri-sendiri. Banyak dalil-dalil dalam hadits maupun Alquran tentang keutamaan dzikir berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Baca Juga: Kedahsyatan Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum, Doa saat Hadapi Kesulitan
Dalam sebuah hadits Qudsi riwayat Bukhari Muslilm, Rasulullah bersabda: "Allah berfirman, 'Aku kuasa untuk berbuat seperti harapan hambaku terhadapku, dan aku senantiasa menjaganya dan memberinya taufiq serta pertolongan kepadanya jika ia menyebut namaku."
Jika ia menyebut namaku dengan lirih Aku akan memberinya pahala dan rahmat dengan sembunyi-sembunyi, dan jika ia menyebutku secara berjamaah atau dengan suara keras maka aku akan menyebutnya di kalangan malaikat yang mulia'."
Dzikir berjamaah setelah shalat juga pernah dicontohkan Rasulullah dan dilakukan para sahabat. Sebagaimana dituturkan Ibnu Abbas dalam hadits yang diriwayatkan Bukhari-Muslim.