Rupiah Menguat 115 Poin di Tengah Ketidakpastian Tarif Perdagangan AS
Nabil
Senin, 03 Maret 2025 - 16:59 WIB
Rupiah Menguat 115 Poin di Tengah Ketidakpastian Tarif Perdagangan AS
LANGIT7.ID-Jakarta;Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Senin (03/03/2025). Mata uang Garuda ditutup menguat 115 poin ke level Rp16.480 dari penutupan sebelumnya di level Rp16.595. Sebelumnya, rupiah bahkan sempat menguat hingga 125 poin pada sesi perdagangan hari ini.
Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat dalam rentang Rp16.430 hingga Rp16.490 per dolar AS.
Dalam laporan nya, penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS pada Senin (3/3/2025). Investor global dengan hati-hati menunggu keputusan tarif perdagangan yang akan diumumkan Presiden AS Donald Trump minggu ini. Meski ketidakpastian masih menyelimuti, beberapa sinyal mengisyaratkan kemungkinan tindakan yang lebih lunak dari yang dikhawatirkan sebelumnya.
Kebijakan Tarif Trump dan Sentimen Global
Sebelumnya, suasana hati investor sempat suram setelah Donald Trump mengumumkan tarif tambahan 10% untuk Tiongkok dan menegaskan kembali jadwal tarifnya untuk pungutan 25% terhadap produk-produk dari Meksiko dan Kanada.
Namun, pada hari Minggu (2/3), Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick memberikan sinyal positif dengan menyatakan bahwa Trump akan menentukan tingkat tarif yang tepat pada hari Selasa. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kelonggaran untuk pungutan yang kurang agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.
Di kawasan Asia, aktivitas manufaktur Tiongkok melaporkan pertumbuhan yang lebih baik dari yang diharapkan pada bulan Februari. Bisnis lokal di negara tersebut masih menikmati keuntungan dari langkah-langkah stimulus yang diterapkan pemerintah sepanjang tahun lalu. Survei swasta juga menunjukkan hal serupa, dengan PMI manufaktur Caixin mencapai titik tertinggi dalam 3 bulan pada Februari 2025.
Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif namun ditutup menguat dalam rentang Rp16.430 hingga Rp16.490 per dolar AS.
Dalam laporan nya, penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS pada Senin (3/3/2025). Investor global dengan hati-hati menunggu keputusan tarif perdagangan yang akan diumumkan Presiden AS Donald Trump minggu ini. Meski ketidakpastian masih menyelimuti, beberapa sinyal mengisyaratkan kemungkinan tindakan yang lebih lunak dari yang dikhawatirkan sebelumnya.
Kebijakan Tarif Trump dan Sentimen Global
Sebelumnya, suasana hati investor sempat suram setelah Donald Trump mengumumkan tarif tambahan 10% untuk Tiongkok dan menegaskan kembali jadwal tarifnya untuk pungutan 25% terhadap produk-produk dari Meksiko dan Kanada.
Namun, pada hari Minggu (2/3), Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick memberikan sinyal positif dengan menyatakan bahwa Trump akan menentukan tingkat tarif yang tepat pada hari Selasa. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kelonggaran untuk pungutan yang kurang agresif dari yang diperkirakan sebelumnya.
Di kawasan Asia, aktivitas manufaktur Tiongkok melaporkan pertumbuhan yang lebih baik dari yang diharapkan pada bulan Februari. Bisnis lokal di negara tersebut masih menikmati keuntungan dari langkah-langkah stimulus yang diterapkan pemerintah sepanjang tahun lalu. Survei swasta juga menunjukkan hal serupa, dengan PMI manufaktur Caixin mencapai titik tertinggi dalam 3 bulan pada Februari 2025.