home masjid

Kisah Sufi Abdul-Hamid Khan: Berharga dan Tak Berharga

Selasa, 04 Maret 2025 - 05:00 WIB
Sufi Abdul-Hamid Khan dari Qandahar, yang wafat pada tahun 1962, adalah Pemimpin Aghan Mint, dan seorang darwis Kuno yang menguasai teknologi Barat. Ilustrasi: AI
LANGIT.ID-Kisah berikut ini dinukil dari buku berjudul "Tales of The Dervishes" karya Idries Shah yang diterjemahkan Ahmad Bahar menjadi "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".

Konon ada seorang raja yang memanggil seorang penasihat dan berkata kepadanya, "kekuatan pikiran yang sejati bergantung pada pemeriksaan terhadap berbagai pilihan. Katakan padaku pilihan mana yang lebih baik meningkatkan pengetahuan rakyatku atau memberi mereka tambahan makanan. Kedua pilihan itu sama bermanfaat."

Sufi itu berkata, "Baginda, percuma saja memberikan pengetahuan kepada mereka yang tak dapat mengetahuinya, demikian pula sia-sia menambahkan makanan kepada mereka yang tak mengerti maksud baik Baginda.

Oleh karena itu, tidaklah benar menganggap bahwa 'kedua pilihan itu sama bermanfaat'. Bila mereka tak bisa mencerna makanan itu, atau bila mereka berpikir bahwa makanan itu diberikan untuk menyogok, atau malah membuat mereka berniat meminta lebih maka maksud Baginda akan gagal.

Jika mereka tak bisa menyadari bahwa mereka diberikan pengetahuan, atau bila mereka tak sanggup mengenali pengetahuan itu, atau bahkan tak mengetahui alasan Baginda memberikan pengetahuan itu kepada mereka, maka maksud Baginda itu akan kandas. Untuk itu, pertanyaan harus diajukan secara bertahap.

Baca juga: Kisah Sufi: Waktu, Tempat, dan Orang

Tahap pertama adalah pertimbangan: 'Orang paling berharga sesungguhnya tak berharga dan orang paling tak berharga sebenarnya berharga.'"
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya