Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk, Netanyahu Beri Ultimatum Soal Sandera
Nabil
Selasa, 04 Maret 2025 - 05:41 WIB
Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk, Netanyahu Beri Ultimatum Soal Sandera
LANGIT7.ID-Jakarta;Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin memberi peringatan keras kepada Hamas bahwa mereka akan menghadapi konsekuensi yang "tak bisa dibayangkan" jika tidak membebaskan para sandera yang masih ditahan di Gaza.
"Saya ingin sampaikan pada Hamas: Jika kalian tidak lepaskan sandera kami, kalian akan hadapi akibat yang tak bisa kalian bayangkan," tegas Netanyahu dalam pidatonya di parlemen Israel, di tengah macetnya pembicaraan kelanjutan gencatan senjata Gaza.
Baca juga: Liga Arab Susun Strategi Lawan Rencana Trump Usir Warga Gaza
Pernyataan Netanyahu ini muncul sehari setelah Israel memblokir bantuan ke Gaza, padahal gencatan senjata enam minggu sebelumnya telah membuka jalan bagi masuknya bantuan pangan, tempat berlindung, dan medis yang sangat dibutuhkan setelah pertempuran berlangsung lebih dari 15 bulan.
Langkah pemblokiran ini terjadi ketika pembicaraan perpanjangan gencatan senjata tampak menemui jalan buntu, setelah fase pertama gencatan senjata yang berlangsung 42 hari berakhir pada akhir pekan lalu.
Baca juga:Mesir Ajukan Rencana Tandingan untuk Gantikan Hamas dengan Badan Sementara di Gaza
Selama fase pertama, militan Gaza telah menyerahkan 25 sandera yang masih hidup dan delapan jenazah, sebagai ganti pembebasan sekitar 1.800 tahanan Palestina yang ditahan Israel.
"Saya ingin sampaikan pada Hamas: Jika kalian tidak lepaskan sandera kami, kalian akan hadapi akibat yang tak bisa kalian bayangkan," tegas Netanyahu dalam pidatonya di parlemen Israel, di tengah macetnya pembicaraan kelanjutan gencatan senjata Gaza.
Baca juga: Liga Arab Susun Strategi Lawan Rencana Trump Usir Warga Gaza
Pernyataan Netanyahu ini muncul sehari setelah Israel memblokir bantuan ke Gaza, padahal gencatan senjata enam minggu sebelumnya telah membuka jalan bagi masuknya bantuan pangan, tempat berlindung, dan medis yang sangat dibutuhkan setelah pertempuran berlangsung lebih dari 15 bulan.
Langkah pemblokiran ini terjadi ketika pembicaraan perpanjangan gencatan senjata tampak menemui jalan buntu, setelah fase pertama gencatan senjata yang berlangsung 42 hari berakhir pada akhir pekan lalu.
Baca juga:Mesir Ajukan Rencana Tandingan untuk Gantikan Hamas dengan Badan Sementara di Gaza
Selama fase pertama, militan Gaza telah menyerahkan 25 sandera yang masih hidup dan delapan jenazah, sebagai ganti pembebasan sekitar 1.800 tahanan Palestina yang ditahan Israel.