LANGIT7.ID-Jakarta; Para menteri luar negeri negara Arab berkumpul dalam pertemuan tertutup di Kairo pada Senin kemarin. Mereka mempersiapkan KTT Liga Arab yang akan membahas strategi untuk melawan usulan kontroversial Presiden Donald Trump tentang pengambilalihan Gaza dan pengusiran penduduknya.
Dalam pertemuan tersebut, para menteri melakukan "sesi persiapan dan konsultasi" yang fokus pada rencana pembangunan kembali wilayah Gaza yang hancur akibat perang tanpa harus memindahkan 2,4 juta penduduknya. Informasi ini disampaikan oleh sumber dari Liga Arab yang tidak ingin disebutkan namanya.
Baca juga: Mesir Ajukan Rencana Tandingan untuk Gantikan Hamas dengan Badan Sementara di Gaza"Pertemuan ini tertutup untuk wartawan," kata sumber tersebut. Dia menambahkan bahwa rencana pembangunan kembali Gaza "akan diajukan kepada para pemimpin Arab saat KTT hari Selasa untuk mendapatkan persetujuan."
Sebelum pertemuan dimulai, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengadakan pertemuan terpisah dengan rekan-rekannya dari Yordania, Bahrain, Tunisia, Irak, Yaman, dan juga diplomat senior Palestina.
Selama pertemuan-pertemuan itu, Abdelatty mengajak semua pihak untuk "segera memulai proyek pemulihan awal" di Gaza tanpa mengusir warga Palestina, seperti yang disampaikan dalam pernyataan kementerian luar negeri Mesir.
Trump membuat banyak negara marah ketika dia mengusulkan agar Amerika Serikat "mengambil alih" Jalur Gaza dan mengubahnya menjadi "Riviera Timur Tengah," sambil memaksa penduduk Palestina pindah ke Mesir dan Yordania.
Baca juga: Hamas Tuding Israel Sabotase Kesepakatan Damai GazaUsulan ini justru menyatukan negara-negara Arab dalam penolakan. Arab Saudi bahkan mengadakan pertemuan khusus para pemimpin Arab bulan lalu untuk membahas "upaya bersama mendukung perjuangan rakyat Palestina."
Saat berbicara dengan wartawan di Kairo pada Minggu lalu, Abdelatty mengatakan rencana untuk membangun kembali Gaza sudah siap dan akan dipresentasikan kepada para pemimpin Arab dalam KTT di Kairo.
Belakangan, Trump terlihat sedikit melunak dengan rencananya.
"Saya pikir itu rencana yang sangat bagus, tapi saya tidak memaksakannya," kata Trump. "Saya hanya akan memberikan rekomendasi saja."
(lam)