Pakar Feminisme UGM Sayangkan Pernyataan Ahmad Dhani soal Naturalisasi Timnas, Patriarkis dan Diskrimatif
Haris budiman
Jum'at, 07 Maret 2025 - 13:39 WIB
Potret pemain timnas Indonesia menggunakan seragam baru away. (Instagram/pssi)
LANGIT7.ID-Pakar feminisme Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Dr. Hastanti Widy Nugroho menyayangkan pernyataan Ahmad Dhani soal naturalisasi. Pernyataan tersebut dianggap patriarkis dan diskriminatif.
Pernyataan kontroversial disampaikan oleh musisi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani dalam sidang DPR terkait naturalisasi pemain timnas sepak bola.
Dalam sidang tersebut, Ahmad Dhani memberikan usulan agar pemerintah menganggarkan program naturalisasi pemain sepak bola senior dari negara lain untuk dijodohkan dengan perempuan Indonesia dan menghasilkan anak yang diharapkan dapat menjadi pemain bola andal.
Menurut Hastanti, Ahmad Dhani seperti tidak paham tentang konsep naturalisasi, Hingga menyebut pemikiran Dhani patriarkis yang diskriminatif terhadap perempuan.
“Urusan pernikahan dia bisa memberikan statement seperti itu. Ini kalau dalam feminisme disebut sebagai misoginis, yaitu kebencian, penghinaan, dan prasangka terhadap perempuan. Perempuan di sini dipahami hanya sebatas urusan dapur, sumur, dan kasur, atau dalam bahasa biologinya, memahami perempuan sebatas urusan reproduksi. Urusan poligami juga tahu-tahu dibawa ke urusan sepakbola, kan aneh itu,” jelas Widy, Jumat (7/3), dikutip dari ugm.ac.id
Dosen Fakultas Filsafat UGM ini pun menyayangkan usulan seperti ini terlontar dari seorang anggota legislatif yang memiliki pengaruh dan posisi yang penting di Indonesia.
Sebagai akademisi, yang saat ini mengampu mata kuliah Feminisme, Widy juga menyampaikan keprihatinannya atas mentalitas dan kualitas anggota dewan yang menunjukkan pemahaman yang minim terhadap hak perempuan.
Pernyataan kontroversial disampaikan oleh musisi sekaligus anggota DPR RI Ahmad Dhani dalam sidang DPR terkait naturalisasi pemain timnas sepak bola.
Dalam sidang tersebut, Ahmad Dhani memberikan usulan agar pemerintah menganggarkan program naturalisasi pemain sepak bola senior dari negara lain untuk dijodohkan dengan perempuan Indonesia dan menghasilkan anak yang diharapkan dapat menjadi pemain bola andal.
Menurut Hastanti, Ahmad Dhani seperti tidak paham tentang konsep naturalisasi, Hingga menyebut pemikiran Dhani patriarkis yang diskriminatif terhadap perempuan.
“Urusan pernikahan dia bisa memberikan statement seperti itu. Ini kalau dalam feminisme disebut sebagai misoginis, yaitu kebencian, penghinaan, dan prasangka terhadap perempuan. Perempuan di sini dipahami hanya sebatas urusan dapur, sumur, dan kasur, atau dalam bahasa biologinya, memahami perempuan sebatas urusan reproduksi. Urusan poligami juga tahu-tahu dibawa ke urusan sepakbola, kan aneh itu,” jelas Widy, Jumat (7/3), dikutip dari ugm.ac.id
Dosen Fakultas Filsafat UGM ini pun menyayangkan usulan seperti ini terlontar dari seorang anggota legislatif yang memiliki pengaruh dan posisi yang penting di Indonesia.
Sebagai akademisi, yang saat ini mengampu mata kuliah Feminisme, Widy juga menyampaikan keprihatinannya atas mentalitas dan kualitas anggota dewan yang menunjukkan pemahaman yang minim terhadap hak perempuan.