home edukasi & pesantren

Puasa bagi Kaum Nasrani Lebih Berat: Tanpa Sahur, Tak Boleh Menggauli Istri di Siang dan Malam Hari

Ahad, 09 Maret 2025 - 04:00 WIB
Beda dengan syariat umat Nabi Muhammad, yang tidak ada larangan menikah meskipun di bulan Ramadan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID | Dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 183 disebutkan bahwa kewajiban berpuasa Ramadan itu adalah kewajiban bagi umat Islam sebagaimana umat terdahulu. Lalu siapakah umat terdahulu yang juga diwajibkan berpuasa?

Dalam Tafsirnya, Imam Ali Asshabuni menukil riwayat At-Thabari terkait puasanya orang-orang terdahulu sebagai berikut:

At-Thabari meriwayatkan dari Ad-duy bahwa dia berkata: Telah diwajibkan pula bagi orang Nasrani puasa bulan Ramadan. Diwajibkan bagi mereka tidak makan dan minum setelah bangun dari tidurnya, dan diharamkan bagi mereka menikahi wanita di bulan Ramadan.

Puasa Ramadan bagi mereka sangatlah berat, sehingga mereka menggantinya kadang di musim dingin dan musim panas. Ketika mereka menyadari kesulitan ini, akhirnya mereka bersepakat untuk meletakkan puasa Ramadan di antara musim dingin dan panas yaitu musim semi.

Mereka berkata, akan kami tambahkan puasa selama 20 hari sebagai penebus dengannya atas apa yang telah kami perbuat, maka mereka menjadikan total puasa Ramadhan menjadi 50 hari.

Firman Arifandi, dalam buku berjudul Nastar (Nanya-nanya Seputar Ramadhan), mengatakan kalau kita bayangkan, betapa beratnya puasa Ramadan umat terdahulu terutama kaum Nasrani.

Baca juga: Puasa Menurut Al-Qur'an: 3 Ayat tentang Puasa Ramadan Terputus-putus
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya