home wirausaha syariah

Rupiah Terpuruk Saat Trump Guncang Pasar Global, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Selasa, 11 Maret 2025 - 18:05 WIB
Rupiah Terpuruk Saat Trump Guncang Pasar Global, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/03/2025). Mata uang Garuda ditutup melemah 41 poin ke level Rp16.408 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 75 poin dari penutupan kemarin di level Rp16.367 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Ketidakpastian global terutama disebabkan oleh kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump yang mengguncang pasar finansial dunia.

Untuk perdagangan besok, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam rentang tertentu.

Tekanan dari Kebijakan Proteksionis Trump

Kebijakan proteksionis yang diterapkan Donald Trump telah memicu ketegangan perdagangan global. Trump memberlakukan dan kemudian menunda tarif pada pemasok minyak terbesar AS, yaitu Kanada dan Meksiko, sementara juga menaikkan bea masuk terhadap barang-barang dari China.

Respons dari negara-negara yang terdampak pun tidak kalah keras. China dan Kanada telah membalas dengan memberlakukan tarif mereka sendiri. Selama akhir pekan, Trump menyatakan bahwa "periode transisi" bagi ekonomi kemungkinan besar akan terjadi, meskipun ia menolak untuk memprediksi apakah AS dapat menghadapi resesi di tengah kekhawatiran pasar saham terkait kebijakan tarifnya.

"Ketidakpastian kebijakan perdagangan Trump dan meningkatnya ketegangan global telah mendorong pelaku pasar untuk kembali ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah," ungkap Pengamat Mata UangIbrahim Assuaibi.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya