Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Rupiah Terpuruk Saat Trump Guncang Pasar Global, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

nabil Selasa, 11 Maret 2025 - 18:05 WIB
Rupiah Terpuruk Saat Trump Guncang Pasar Global, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Selasa (11/03/2025). Mata uang Garuda ditutup melemah 41 poin ke level Rp16.408 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah hingga 75 poin dari penutupan kemarin di level Rp16.367 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar rupiah terjadi seiring dengan menguatnya indeks dolar AS yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Ketidakpastian global terutama disebabkan oleh kebijakan proteksionis Presiden AS Donald Trump yang mengguncang pasar finansial dunia.

Untuk perdagangan besok, rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah dalam rentang tertentu.

Tekanan dari Kebijakan Proteksionis Trump

Kebijakan proteksionis yang diterapkan Donald Trump telah memicu ketegangan perdagangan global. Trump memberlakukan dan kemudian menunda tarif pada pemasok minyak terbesar AS, yaitu Kanada dan Meksiko, sementara juga menaikkan bea masuk terhadap barang-barang dari China.

Respons dari negara-negara yang terdampak pun tidak kalah keras. China dan Kanada telah membalas dengan memberlakukan tarif mereka sendiri. Selama akhir pekan, Trump menyatakan bahwa "periode transisi" bagi ekonomi kemungkinan besar akan terjadi, meskipun ia menolak untuk memprediksi apakah AS dapat menghadapi resesi di tengah kekhawatiran pasar saham terkait kebijakan tarifnya.

"Ketidakpastian kebijakan perdagangan Trump dan meningkatnya ketegangan global telah mendorong pelaku pasar untuk kembali ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang termasuk rupiah," ungkap Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa risiko ekonomi semakin meningkat bagi Meksiko, Kanada, dan AS ketika sektor bisnis dan pembuat kebijakan bergulat dengan ketidakpastian yang berasal dari implementasi tarif Trump yang dianggap kacau. Kekhawatiran inflasi di AS yang sudah meningkat juga semakin memburuk, sehingga semakin besar kemungkinan Federal Reserve akan menunda penyesuaian kebijakan moneternya dalam waktu dekat.

Tekanan Domestik dari Risiko Fiskal

Dari sisi internal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari proyeksi Goldman Sachs Group Inc. yang memperkirakan defisit APBN Indonesia akan semakin melebar dan mendekati batas maksimalnya, yakni 2,9% pada 2025. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,53% dan mendekati batas maksimal defisit APBN yang ditetapkan pemerintah yaitu 3%.

Goldman Sachs juga menurunkan peringkat obligasi negara tenor 10 dan 20 tahun menjadi neutral, serta menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight. Melebarnya defisit APBN 2025 dinilai sebagai dampak dari belanja jumbo untuk program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), realokasi anggaran, pembentukan BPI Danantara, hingga perluasan kebijakan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui penerbitan SBN Perumahan.

Risiko fiskal Indonesia menjadi alasan utama bank raksasa tersebut menurunkan proyeksinya atas pasar modal Indonesia. Terdapat kekhawatiran atas ketegangan perdagangan global dan pelemahan ekonomi domestik setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan fiskal ekspansif.

Dalam sepuluh tahun terakhir, defisit APBN Indonesia melebihi 3% hanya pada saat pandemi Covid-19, yakni tahun 2020 dan 2021, ketika pemerintah menetapkan pengecualian karena tingginya kebutuhan belanja negara untuk penanganan pandemi di tengah penurunan penerimaan negara yang drastis.

Sementara itu, revisi pertumbuhan PDB Jepang kuartal keempat 2024 yang turun menjadi 2,2% dari sebelumnya 2,8% juga turut memengaruhi sentimen pasar global, meskipun Bank of Japan diperkirakan akan melanjutkan kenaikan suku bunga di tengah ketahanan ekonomi dan inflasi yang kuat.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)