Imam Ghazali: Puasa Tak Cukup Hanya Menahan Lapar, Dahaga, dan Hubungan Suami Istri
Miftah yusufpati
Sabtu, 15 Maret 2025 - 03:00 WIB
Memenuhi perut dengan makanan adalah perkara yang sangat dibenci oleh Allah sekalipun dari makanan yang halal. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Imam Al Ghazalimengatakan puasa tidak cukup hanya dengan menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri saja. Orang yang berpuasa hendaknya juga harus menahan anggota tubuh mereka lainnya dari perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah SWT.
Dengan begitu, dalam menjalankan puasa, yang didapat bukanlah haus dan lapar semata melainkan pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana Hadis yang Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Abi Hurairah:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
“Dari Abi Hurairah, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: tiap amalan anak adam akan dilipat gandakan sepuluh kebaikan semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Berfirman Allah Ta’la kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang yang akan membalasnya” (HR Muslim)
Baca juga: 3 Unsur Tobat Menurut Imam Ghazali: Ilmu, Hal, dan Amal
Dalam kitab Minhajul ‘Abidin, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa kesempurnaan puasa yang akan didapat oleh orang yang berpuasa selain menahan diri mereka dari makan, minum, dan jima’ adalah juga dengan menahan seluruh anggota tubuh dari perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah SWT.
Seseorang yang berpuasa hendaknya memelihara pandangan, memelihara telinga, memelihara lidah, memelihara tangan dan kaki, serta memelihara perut dari perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah SWT.
Dengan begitu, dalam menjalankan puasa, yang didapat bukanlah haus dan lapar semata melainkan pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana Hadis yang Qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim yang diriwayatkan dari Abi Hurairah:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
“Dari Abi Hurairah, ia berkata, telah bersabda Rasulullah SAW: tiap amalan anak adam akan dilipat gandakan sepuluh kebaikan semisalnya hingga tujuh ratus kali lipat. Berfirman Allah Ta’la kecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang yang akan membalasnya” (HR Muslim)
Baca juga: 3 Unsur Tobat Menurut Imam Ghazali: Ilmu, Hal, dan Amal
Dalam kitab Minhajul ‘Abidin, Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa kesempurnaan puasa yang akan didapat oleh orang yang berpuasa selain menahan diri mereka dari makan, minum, dan jima’ adalah juga dengan menahan seluruh anggota tubuh dari perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah SWT.
Seseorang yang berpuasa hendaknya memelihara pandangan, memelihara telinga, memelihara lidah, memelihara tangan dan kaki, serta memelihara perut dari perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah SWT.