Mendikdasmen: Maknai Nuzulul Quran Sebagai Momentum untuk Belajar
Lusi mahgriefie
Senin, 17 Maret 2025 - 19:25 WIB
Mendikdasmen: Maknai Nuzulul Quran Sebagai Momentum untuk Belajar
Menilik makna dari Nuzulul Quran, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan bahwa Nuzulul Quran menjadi momen pembelajaran.
Al-Quran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan, yang kalau dihitung tepatnya pada bulan Agustus 610 M.
"Mencoba memahami makna Nuzulul Quran ada 3 atau bisa 4 proses. Pertama, Quran turun secara sekaligus dari langit. Kedua, dari langit ke dunia secara berangsur-angsur oleh malaikat Jibril ke Rasulullah selama sekira 23 tahun. Yaitu 13 tahun saat Ia berada di mekkah, dan 10 tahun ketika berada di Madinah," kata Abdul Mu'ti dalam tausyiah Al-Quran dan Pembentuan Karakter Unggul Bangsa yang disiarkan di YouTube Kemendikdasmen, Senin (17/3/2025).
Kemudian, lanjutnya, ketiga yaitu turunnya Al-Quran yang ditandai dengan proses ketika Rasululllah menyampaikan kepada para sahabat yang menyertai beliau, dan menugaskan kepada para sahabat untuk menuliskan Al-quran dalam berabagai media yang ada, dan juga simbol-simbol tulisan yang bisa mudah dihapal.
"Keempat, proses para sahabat mengajarkan kepada sahabat lain yang tidak mendapat langsung dari Rasulullah," tambahnya.
Proses ini bila dikaitkan menggunakan pendekatan belajar disebut peer teaching atau receive local teaching yaitu dimana para sabahat mengajar atau saling timbal balik, mengoreksi bacaan yang didengar dari rasulullah dan menghapalnya.
"Itu menjadi bagian awal yang disebut tradisi baru, yang kemudian learning circle yang di situ para sahabat mengajarkan Quran kepada sahabat lainnya. Rasulullah memberi jawaban dan penjelasan ketika ada pertanyaan tentang apa makna dari ayat yang dia sampaikan," ungkap Menteri Mu'ti.
Al-Quran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan, yang kalau dihitung tepatnya pada bulan Agustus 610 M.
"Mencoba memahami makna Nuzulul Quran ada 3 atau bisa 4 proses. Pertama, Quran turun secara sekaligus dari langit. Kedua, dari langit ke dunia secara berangsur-angsur oleh malaikat Jibril ke Rasulullah selama sekira 23 tahun. Yaitu 13 tahun saat Ia berada di mekkah, dan 10 tahun ketika berada di Madinah," kata Abdul Mu'ti dalam tausyiah Al-Quran dan Pembentuan Karakter Unggul Bangsa yang disiarkan di YouTube Kemendikdasmen, Senin (17/3/2025).
Kemudian, lanjutnya, ketiga yaitu turunnya Al-Quran yang ditandai dengan proses ketika Rasululllah menyampaikan kepada para sahabat yang menyertai beliau, dan menugaskan kepada para sahabat untuk menuliskan Al-quran dalam berabagai media yang ada, dan juga simbol-simbol tulisan yang bisa mudah dihapal.
"Keempat, proses para sahabat mengajarkan kepada sahabat lain yang tidak mendapat langsung dari Rasulullah," tambahnya.
Proses ini bila dikaitkan menggunakan pendekatan belajar disebut peer teaching atau receive local teaching yaitu dimana para sabahat mengajar atau saling timbal balik, mengoreksi bacaan yang didengar dari rasulullah dan menghapalnya.
"Itu menjadi bagian awal yang disebut tradisi baru, yang kemudian learning circle yang di situ para sahabat mengajarkan Quran kepada sahabat lainnya. Rasulullah memberi jawaban dan penjelasan ketika ada pertanyaan tentang apa makna dari ayat yang dia sampaikan," ungkap Menteri Mu'ti.