home masjid

Kisah Nabi Nuh: Gambaran Dahsyatnya Banjir dan Nasib Bait al-Ma’mur

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:25 WIB
Para ulama berselisih pendapat tentang lamanya waktu diamnya air di atas bumi. Ilustrasi: AI
LANGIT.ID--Menurut sebuah riwayat, ketika Allah menumpahkan banjir besar, Dia mengangkat Bait al-Ma’mur, yang terbuat dari yakut merah, yang telah Dia turunkan pada zaman Adam.

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan tatkala air telah naik sampai ke gunung, Dia angkat Bait al-Ma’mur itu ke langit. Ia disebut dengan Al-bait al-Ma’mur al-‘Atiq karena ia diselamatkan dari banjir besar.

Ketika bahtera melaju ke tempat berdiamnya Kakbah, ia mengelilinginya 7 kali; kemudian ia berjalan ke tempat Baitul Muqadas untuk menziarahinya. Setiap kali melewati suatu tempat, bahtera itu berkata, “Hai Nuh, ini adalah tempat anu dan anu.”

Bahtera itu telah berkeliling membawa Nuh dari timur sampai barat. Di sekitar bahtera itu ada 70.000 malaikat yang menjaganya dari azab yang diturunkan itu. Ia berlayar di atas air layaknya bulan beredar di ufuk.

Ketika bahtera telah berlayar, tidak berselang lama air telah naik seukuran 40 siku melebihi puncak gunung. Air telah menyelimuti bumi dan gunung dan tidak ada lagi makhluk yang bernyawa yang tersisa di permukaan bumi kecuali penghuni bahtera dan ‘Auj yang bisa selamat.

Mereka semua binasa. Tiada satu kota dan negeri pun yang tersisa; semuanya hancur dan tidak ada bekas-bekas peninggalan yang tersisa kecuali piramida dan sphinx karena bangunanya sangat kuat.

Baca juga: 300 Tahun sebelum Banjir Besar Nabi Nuh: Orang Tajir Inilah yang Pertama Membangun Piramida
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya