Puasa dan Takwa: Perintah untuk Menghindarkan Diri dari Siksa Allah Taala
Miftah yusufpati
Jum'at, 21 Maret 2025 - 05:00 WIB
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencapai takwa, antara 1ain dengan jalan berpuasa. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Takwa terambil dari akar kata yang bermakna menghindar, menjauhi, atau menjaga diri. Kalimat perintah ittaqullah secara harfiah berarti, "Hindarilah, jauhilah, atau jagalah dirimu dari Allah"
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" menjelaskan makna ini tidak lurus bahkan mustahil dapat dilakukan makhluk.
Bagaimana mungkin makhluk menghindarkan diri dari Allah atau menjauhi-Nya, sedangkan "Dia (Allah) bersama kamu di mana pun kamu berada."
Oleh karena itu perlu disisipkan kata atau kalimat untuk meluruskan maknanya. Misalnya kata siksa atau yang semakna dengannya, sehingga perintah bertakwa mengandung arti perintah untuk menghindarkan diri dari siksa Allah.
Baca juga: Niat dan Keutamaan Puasa Ramadan: Jalan Menuju Takwa
Sebagaimana kita ketahui, siksa Allah ada dua macam.
Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat" menjelaskan makna ini tidak lurus bahkan mustahil dapat dilakukan makhluk.
Bagaimana mungkin makhluk menghindarkan diri dari Allah atau menjauhi-Nya, sedangkan "Dia (Allah) bersama kamu di mana pun kamu berada."
Oleh karena itu perlu disisipkan kata atau kalimat untuk meluruskan maknanya. Misalnya kata siksa atau yang semakna dengannya, sehingga perintah bertakwa mengandung arti perintah untuk menghindarkan diri dari siksa Allah.
Baca juga: Niat dan Keutamaan Puasa Ramadan: Jalan Menuju Takwa
Sebagaimana kita ketahui, siksa Allah ada dua macam.