Kisah Nabi Nuh Gemetar Didatangi Malaikat Maut: Wafat setelah Minum Air Surga
Miftah yusufpati
Sabtu, 22 Maret 2025 - 18:37 WIB
Setelah Nabi Nuh AS menetap kembali di bumi, dia membagi 3 wilayah untuk anak-anaknya yaitu Sam, Ham, dan Yafits. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID--Dikisahkan, setelah kondisi normal dari banjir, Nabi Nuh sudah menetap di bumi, Allah mewahyukan kepada Nabi beliau untuk mengubur jasad Nabi Adam dan Siti Hawa serta mengembalikan Hajar Aswad ke tempatnya semula.
Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan semua perintah itu dilaksanakan Nabi Nuh.
Selanjutnya, beliau terus-menerus berusaha memakmurkan bumi agar keadaannya kembali seperti semula. Sebagaimana keadaan sebelum banjir besar.
Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa, setelah terjadinya banjir besar, Nabi Nuh bertahan hidup selama 200 tahun. Dan setelah keluar dari bahtera, dia melaksanakan ibadah haji.
Dia diutus kepada kaumnya ketika berumur 250 tahun dan tinggal bersama mereka selama 950 tahun sebagaimana dikabarkan oleh Allah di dalam al-Qur’an yang agung.
Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Menjadi Bapak Kedua dan Membangun Kampung untuk 80 Orang Beriman
Dunia dengan Dua Pintu
Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan semua perintah itu dilaksanakan Nabi Nuh.
Selanjutnya, beliau terus-menerus berusaha memakmurkan bumi agar keadaannya kembali seperti semula. Sebagaimana keadaan sebelum banjir besar.
Wahab bin Munabbih mengatakan bahwa, setelah terjadinya banjir besar, Nabi Nuh bertahan hidup selama 200 tahun. Dan setelah keluar dari bahtera, dia melaksanakan ibadah haji.
Dia diutus kepada kaumnya ketika berumur 250 tahun dan tinggal bersama mereka selama 950 tahun sebagaimana dikabarkan oleh Allah di dalam al-Qur’an yang agung.
Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Menjadi Bapak Kedua dan Membangun Kampung untuk 80 Orang Beriman
Dunia dengan Dua Pintu