Penemuan Manusia Terbesar Adalah Nabi Ibrahim: Menguasai Jiwa dan Raga Manusia
Miftah yusufpati
Rabu, 09 April 2025 - 17:49 WIB
Penemuan Nabi Ibrahim tidak bisa diabaikan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan para ilmuwan seringkali berbicara tentang penemuan-penemuan manusia yang mempengaruhi atau bahkan mengubah jalannya sejarah kemanusiaan. Akan tetapi, seperti ditulis Abbas Al-'Aqqad dalam Abu Al Anbiyya':
"Penemuan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim as merupakan penemuan manusia yang terbesar, dan yang tidak dapat diabaikan oleh para ilmuwan atau sejarawan.
Ia tidak dapat dibandingkan dengan penemuan roda, api, listrik, atau rahasia-rahasia atom -betapapun besarnya pengaruh penemuan-penemuan tersebut- yang semua itu dikuasai oleh manusia.
Penemuan Ibrahim menguasai jiwa dan raga manusia. Penemuan Ibrahim menjadikan manusia yang tadinya tunduk kepada alam menjadi mampu menguasai alam, serta menilai baik buruknya.
Penemuan manusia dapat menjadikannya berlaku sewenang-wenang, tetapi kesewenangan-wenangan ini tidak mungkin dilakukannya selama penemuan Ibrahim as tetap menghiasi jiwanya.
Penemuan tersebut berkaitan dengan apa yang diketahui dan tidak-diketahuinya berkaitan kedudukannya sebagai makhluk, dan hubungan makhluk ini dengan Tuhan, alam raya, dan makhluk-makhluk sesamanya."
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim: Lahir di Dalam Gua, Ditinggal sang Bunda Selama Setahun
"Penemuan yang dikaitkan dengan Nabi Ibrahim as merupakan penemuan manusia yang terbesar, dan yang tidak dapat diabaikan oleh para ilmuwan atau sejarawan.
Ia tidak dapat dibandingkan dengan penemuan roda, api, listrik, atau rahasia-rahasia atom -betapapun besarnya pengaruh penemuan-penemuan tersebut- yang semua itu dikuasai oleh manusia.
Penemuan Ibrahim menguasai jiwa dan raga manusia. Penemuan Ibrahim menjadikan manusia yang tadinya tunduk kepada alam menjadi mampu menguasai alam, serta menilai baik buruknya.
Penemuan manusia dapat menjadikannya berlaku sewenang-wenang, tetapi kesewenangan-wenangan ini tidak mungkin dilakukannya selama penemuan Ibrahim as tetap menghiasi jiwanya.
Penemuan tersebut berkaitan dengan apa yang diketahui dan tidak-diketahuinya berkaitan kedudukannya sebagai makhluk, dan hubungan makhluk ini dengan Tuhan, alam raya, dan makhluk-makhluk sesamanya."
Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim: Lahir di Dalam Gua, Ditinggal sang Bunda Selama Setahun