Tips Tumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak, Mulai dengan Cara Ini
Fajar adhitya
Senin, 27 September 2021 - 20:55 WIB
Tips tumbuhkan rasa percaya diri anak. (Foto: Antara).
Tips tumbuhkan rasa percaya diri anak bisa dimulai dengan menghargai potensi yang mereka miliki. Dengan begitu akan muncul kekuatan dari dalam diri mereka.
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Dia menilai, orang tua harus mengapresiasi segala potensi anak.
"Kalau anak dihargai apa pun potensinya, rasa percaya diri dan kekuatan dari dalam akan muncul, dan ini akan berakar pada karakter-karakter yang hebat," kata Seto dalam diskusi panel virtual pengembangan diri anak.
Menurut dia, karakter hebat yang muncul dari rasa percaya diri di antaranya rendah hati, tidak arogan, sopan satun, akhlak mulai, bisa bekerja sama dan menghargai perbedaan di lingkungan sekitarnya.
Dia juga mengatakan, sejatinya pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana pembelajaran atau proses belajar pada anak-anak atau peserta didik agar mereka mengembangkan potensi dirinya.
Ditambah kombinasi antara potensi dan karakter yang dibangun akan membuat anak lebih tangguh menghadapi apa pun di masa mendatang.
"Jadi makna pendidikan itu memunculkan sesuatu dari dalam, bukan mengisi kepala anak dengan beragam hafalan. Ini yang harus disadari oleh kita."
Hal ini disampaikan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi. Dia menilai, orang tua harus mengapresiasi segala potensi anak.
"Kalau anak dihargai apa pun potensinya, rasa percaya diri dan kekuatan dari dalam akan muncul, dan ini akan berakar pada karakter-karakter yang hebat," kata Seto dalam diskusi panel virtual pengembangan diri anak.
Menurut dia, karakter hebat yang muncul dari rasa percaya diri di antaranya rendah hati, tidak arogan, sopan satun, akhlak mulai, bisa bekerja sama dan menghargai perbedaan di lingkungan sekitarnya.
Dia juga mengatakan, sejatinya pendidikan adalah usaha sadar untuk mewujudkan suasana pembelajaran atau proses belajar pada anak-anak atau peserta didik agar mereka mengembangkan potensi dirinya.
Ditambah kombinasi antara potensi dan karakter yang dibangun akan membuat anak lebih tangguh menghadapi apa pun di masa mendatang.
"Jadi makna pendidikan itu memunculkan sesuatu dari dalam, bukan mengisi kepala anak dengan beragam hafalan. Ini yang harus disadari oleh kita."