Setia dalam Suka dan Duka, Pasutri ITS Ini Wisuda Doktor Bersama
Tim langit 7
Senin, 14 April 2025 - 19:20 WIB
Dr Hanugra Aulia Sidharta ST MMT bersama sang istri Dr Diah Risqiwati ST MT seusai penyerahan ijazah di Wisuda ke-131 ITS
Layaknya dua insan yang sehati sejiwa, Dr Hanugra Aulia Sidharta ST MMT dan Dr Diah Risqiwati ST MT berhasil dikukuhkan bersama sebagai doktor pada prosesi wisuda ke-131 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Minggu (13/4/2025).
Pasangan suami istri (pasutri) dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini memilih untuk tumbuh bersama serta saling menguatkan di tengah beratnya perjuangan akademik yang dijalani.
Sang istri yang akrab disapa Kiki bercerita bahwa ia terlebih dahulu memulai studi doktoralnya di ITS pada tahun 2019 lalu. Sedangkan sang suami, Hanugra, menyusul setahun kemudian di departemen yang sama.
Pasangan yang dibimbing Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng ini memiliki bidang riset yang berbeda, yakni Kiki berfokus pada pengolahan sinyal dan Hanugra pada pengolahan citra. “Meskipun begitu, kami bisa menjalaninya bersama,” tuturnya sambil tersenyum.
Baca juga:Kompak, Kembar Rasyid dan Risyad Wisuda Bareng di ITS
Namun, perjalanan yang dilalui pasangan asal Malang ini jauh dari kata mudah. Pada tahun 2021, Hanugra mengalami kondisi retina yang terlepas dari jaringan (ablasio retina) pada mata kanan. Setahun berselang, mata kirinya pun mengalami hal serupa.
Tujuh kali operasi dan dua tahun masa penyembuhan membuat masa studi keduanya seakan diliputi kabut. “Saya meyakinkan suami kalau pun ia sulit melihat, saya yang akan menjadi indra penglihatannya,” ungkap Kiki mengenang masa itu.
Pasangan suami istri (pasutri) dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS ini memilih untuk tumbuh bersama serta saling menguatkan di tengah beratnya perjuangan akademik yang dijalani.
Sang istri yang akrab disapa Kiki bercerita bahwa ia terlebih dahulu memulai studi doktoralnya di ITS pada tahun 2019 lalu. Sedangkan sang suami, Hanugra, menyusul setahun kemudian di departemen yang sama.
Pasangan yang dibimbing Prof Dr Ir Mauridhi Hery Purnomo MEng ini memiliki bidang riset yang berbeda, yakni Kiki berfokus pada pengolahan sinyal dan Hanugra pada pengolahan citra. “Meskipun begitu, kami bisa menjalaninya bersama,” tuturnya sambil tersenyum.
Baca juga:Kompak, Kembar Rasyid dan Risyad Wisuda Bareng di ITS
Namun, perjalanan yang dilalui pasangan asal Malang ini jauh dari kata mudah. Pada tahun 2021, Hanugra mengalami kondisi retina yang terlepas dari jaringan (ablasio retina) pada mata kanan. Setahun berselang, mata kirinya pun mengalami hal serupa.
Tujuh kali operasi dan dua tahun masa penyembuhan membuat masa studi keduanya seakan diliputi kabut. “Saya meyakinkan suami kalau pun ia sulit melihat, saya yang akan menjadi indra penglihatannya,” ungkap Kiki mengenang masa itu.