Akademisi Saudi Ungkap Perkembangan Bahasa Arab dari Prasasti Kuno
Tim langit 7
Kamis, 17 April 2025 - 21:30 WIB
Akademisi Saudi Ungkap Perkembangan Bahasa Arab dari Prasasti Kuno
LANGIT7.ID-Riyadh; Para akademisi Saudi telah mengidentifikasi perkembangan bahasa Arab dari prasasti kuno yang ditemukan di wilayah utara Kerajaan.
Sebuah kuliah di Universitas Islam Imam Mohammad Ibn Saud mengungkapkan bahwa keragaman tulisan dari peradaban kuno—mulai dari Thamudik hingga Nabataea—mencerminkan interaksi bangsa Arab dengan peradaban tetangga sejak abad ketiga SM.
Mereka juga memastikan bahwa aksara Arab modern berasal dari tulisan Nabataea di kota-kota bersejarah Tayma dan AlUla (barat laut Arab Saudi).
Dr. Sulaiman Al-Theeb, profesor pensiunan tulisan Arab kuno di Universitas King Saud, menyatakan bahwa keragaman prasasti tersebut menunjukkan bagaimana bangsa Arab telah berinteraksi dengan budaya tetangga sejak zaman kuno.
Al-Theeb, yang merupakan penasihat di King Faisal Center for Research and Islamic Studies, dalam pidatonya mengatakan: “Tulisan-tulisan ini banyak ditemukan di berbagai wilayah Kerajaan dan mencakup dialek lain seperti Thamudik, Aram, Saba, Mina, Safait, dan Dadan.
“Mereka mendokumentasikan sejarah yang kaya dan interaksi budaya dengan peradaban tetangga seperti Asyur, Babilonia, Ibrani, dan Yunani,” ujarnya.
Di awal pembicaraannya, Al-Theeb menyentuh hubungan antara bahasa dan tulisan serta asal-usulnya.
Sebuah kuliah di Universitas Islam Imam Mohammad Ibn Saud mengungkapkan bahwa keragaman tulisan dari peradaban kuno—mulai dari Thamudik hingga Nabataea—mencerminkan interaksi bangsa Arab dengan peradaban tetangga sejak abad ketiga SM.
Mereka juga memastikan bahwa aksara Arab modern berasal dari tulisan Nabataea di kota-kota bersejarah Tayma dan AlUla (barat laut Arab Saudi).
Dr. Sulaiman Al-Theeb, profesor pensiunan tulisan Arab kuno di Universitas King Saud, menyatakan bahwa keragaman prasasti tersebut menunjukkan bagaimana bangsa Arab telah berinteraksi dengan budaya tetangga sejak zaman kuno.
Al-Theeb, yang merupakan penasihat di King Faisal Center for Research and Islamic Studies, dalam pidatonya mengatakan: “Tulisan-tulisan ini banyak ditemukan di berbagai wilayah Kerajaan dan mencakup dialek lain seperti Thamudik, Aram, Saba, Mina, Safait, dan Dadan.
“Mereka mendokumentasikan sejarah yang kaya dan interaksi budaya dengan peradaban tetangga seperti Asyur, Babilonia, Ibrani, dan Yunani,” ujarnya.
Di awal pembicaraannya, Al-Theeb menyentuh hubungan antara bahasa dan tulisan serta asal-usulnya.