home edukasi & pesantren

Takdir dalam Bahasa Al-Quran: Apa Bedanya dengan Sunnatullah?

Senin, 21 April 2025 - 05:45 WIB
Tidak bijaksana jika hanya yang merugikan saja yang disebut takdir, karena yang positif pun takdir. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Kata takdir (taqdir) terambil dan kata qaddara berasal dari akar kata qadara yang antara lain berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran. Jika Anda berkata, "Allah telah menakdirkan demikian," maka itu berarti, "Allah telah memberi kadar/ukuran/batas tertentu dalam diri, sifat, atau kemampuan maksimal makhluk-Nya."



Prof Dr M Quraish Shihab dalam bukunya berjudul "Wawasan al-Quran" mengatakan dari sekian banyak ayat Al-Quran dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya oleh Allah.

Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu, dan Allah SWT menuntun dan menunjukkan mereka arah yang seharusnya mereka tuju.

Begitu dipahami antara lain dari ayat-ayat permulaan Surat Al-A'la (Sabihisma), "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi, yang menciptakan (semua mahluk) dan menyempurnakannya, yang memberi takdir kemudian mengarahkan(nya)" (QS Al-A'la [87]: 1-3).



Karena itu ditegaskannya bahwa: "Dan matahari beredar di tempat peredarannya, Demikian itulah takdir yang ditentukan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui" (QS Ya Sin [36]: 38).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya