home global news

96 Pejabat Baru Dilantik, Kementerian Kebudayaan Langsung Bahas Program Strategis

Rabu, 23 April 2025 - 04:30 WIB
96 Pejabat Baru Dilantik, Kementerian Kebudayaan Langsung Bahas Program Strategis
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan memimpin RapatKoordinasi Nasional bersama jajaran pimpinan Unit PelaksanaTeknis (UPT), dengan didampingi oleh Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, para staf ahli dan staf khususMenteri, serta seluruh pejabat eselon I dan II di lingkunganKementerian Kebudayaan.

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penting untukmemperkuat sinergi kelembagaan. Dalam arahannya, MenbudFadli Zon menegaskan pentingnya refleksi, konsolidasi, sertakoordinasi lintas unit kerja untuk memastikan seluruh program berjalan secara efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan dalamrangka pemajuan kebudayaan nasional.

“Momen enam bulanini menjadi titik penting untuk mengevaluasi apa yang sudahkita lakukan dan merumuskan langkah ke depan secarastrategis, terutama sebagai institusi yang masih relatif baru,” ujar Menbud Fadli Zon dalam sambutannya, dikutip Rabu (23/4/2025).

Menbud Fadli Zon menggarisbawahi tiga aspek utama yang menjadi fondasi penguatan kelembagaan Kementerian Kebudayaan: Getting the institution right, yakni memastikandesain kelembagaan yang tepat dan fungsional; Getting the intervention right, yaitu merumuskan kebijakan yang akurat dan sesuai kebutuhan masyarakat; dan Getting the power of intervention right, yakni melaksanakan kebijakan tersebutdengan efektivitas dan ketepatan eksekusi.

“Kalau salah satu dari tiga aspek ini tidak berjalan, makaseluruh sistem tidak akan maksimal. Ketepatan arah dan koordinasi sangat krusial dalam memastikan misi pemajuankebudayaan dapat terwujud,” tegas Menbud.

Dengan sisa waktu sekitar delapan bulan menuju akhir tahunanggaran 2025, Menbud mengajak seluruh jajarannya untukbekerja lebih efisien dan produktif, tanpa kehilangan semangatdalam menjalankan visi besar kementerian. “Kita tahutantangan ke depan tidak mudah. Tapi kita harus tetapberpegang pada semangat efisiensi dan efektivitas. Kita juga harus tetap kreatif dalam mencari skema pembiayaan alternatif, termasuk melalui kemitraan publik-swasta (Public-Private Partnership),” tambahnya.

Untuk memperkuat kerja bersama Kementerian Kebudayaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan, Bambang Wibawarta menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaanterutama mengurus kebudayaan yang merupakan soft powerdan menjadi garda terdepan untuk mengurus kebudayaan. Dalam konteks bela negara, tugas pelestarian kebudayaandiwujudkan dalam bentuk melibatkan masyarakat lokal, mencegah kerusakan budaya akibat komersialisasi budaya, dan mengembangkan diplomasi budaya. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antar individu dan antar unit untuk dapat menjalankan tugas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya