Upaya Kemendikbudristek Kejar Ketertinggalan Pendidikan Akibat Pandemi
Mahmuda attar hussein
Selasa, 28 September 2021 - 18:25 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam kunker ke Papua. Foto: instagram nadiemmakarim
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menyebutkan, pandemi menjadi faktor penyebab membesarnya ketimpangan di pendidikan di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu hal yang cukup mengkhawatirkan.
Pasalnya, sebelum pandemi Covid-19, Indonesia terbilang sudah cukup ketinggalan dalam hal pendidikan dibandingkan dengan negara lain terkait numerasi, literasi, dan ilmu pengetahuan.
“Pandemi kian memperburuk daerah di mana tingkat sosio-ekonominya yang masih rendah. Kita melihat akses internet dan gawai memperburuk ketimpangan tersebut,” ujarnya secara daring di Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9).
Baca juga:Wamenag: Santri itu Keren, Bisa Jadi Menteri Hingga Presiden
Nadiem mengatakan, dari riset yang telah dilakukan, Indonesia disebutkan akan kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Sehingga hal itu akan menjadikan seolah-seolah satu generasi kehilangan kegiatan pembelajarannya di masa pandemi ini.
Pihaknya mengaku akan terus mendalami hal ini untuk bisa menindaklanjuti dampak yang akan disebabkan nantinya. Selain kehilangan pembelajaran, beberapa masyarakat juga mengkawatirkan dampak psikis yang akan dialami oleh murid di sekolah.
“Dikhawatirkan banyak anak sekolah yang kesepian, secara emosional mereka trauma dengan situasi ini. Bahkan orang tua juga stres di rumah dan menyebabkan beberapa permasalahan lainnya,” ujar Nadiem.
Pasalnya, sebelum pandemi Covid-19, Indonesia terbilang sudah cukup ketinggalan dalam hal pendidikan dibandingkan dengan negara lain terkait numerasi, literasi, dan ilmu pengetahuan.
“Pandemi kian memperburuk daerah di mana tingkat sosio-ekonominya yang masih rendah. Kita melihat akses internet dan gawai memperburuk ketimpangan tersebut,” ujarnya secara daring di Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9).
Baca juga:Wamenag: Santri itu Keren, Bisa Jadi Menteri Hingga Presiden
Nadiem mengatakan, dari riset yang telah dilakukan, Indonesia disebutkan akan kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Sehingga hal itu akan menjadikan seolah-seolah satu generasi kehilangan kegiatan pembelajarannya di masa pandemi ini.
Pihaknya mengaku akan terus mendalami hal ini untuk bisa menindaklanjuti dampak yang akan disebabkan nantinya. Selain kehilangan pembelajaran, beberapa masyarakat juga mengkawatirkan dampak psikis yang akan dialami oleh murid di sekolah.
“Dikhawatirkan banyak anak sekolah yang kesepian, secara emosional mereka trauma dengan situasi ini. Bahkan orang tua juga stres di rumah dan menyebabkan beberapa permasalahan lainnya,” ujar Nadiem.