Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Upaya Kemendikbudristek Kejar Ketertinggalan Pendidikan Akibat Pandemi

mahmuda attar hussein Selasa, 28 September 2021 - 18:25 WIB
Upaya Kemendikbudristek Kejar Ketertinggalan Pendidikan Akibat Pandemi
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim dalam kunker ke Papua. Foto: instagram nadiemmakarim
LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim menyebutkan, pandemi menjadi faktor penyebab membesarnya ketimpangan di pendidikan di Indonesia. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu hal yang cukup mengkhawatirkan.

Pasalnya, sebelum pandemi Covid-19, Indonesia terbilang sudah cukup ketinggalan dalam hal pendidikan dibandingkan dengan negara lain terkait numerasi, literasi, dan ilmu pengetahuan.

“Pandemi kian memperburuk daerah di mana tingkat sosio-ekonominya yang masih rendah. Kita melihat akses internet dan gawai memperburuk ketimpangan tersebut,” ujarnya secara daring di Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9).

Baca juga: Wamenag: Santri itu Keren, Bisa Jadi Menteri Hingga Presiden

Nadiem mengatakan, dari riset yang telah dilakukan, Indonesia disebutkan akan kehilangan antara 0,8-1,2 tahun pembelajaran. Sehingga hal itu akan menjadikan seolah-seolah satu generasi kehilangan kegiatan pembelajarannya di masa pandemi ini.

Pihaknya mengaku akan terus mendalami hal ini untuk bisa menindaklanjuti dampak yang akan disebabkan nantinya. Selain kehilangan pembelajaran, beberapa masyarakat juga mengkawatirkan dampak psikis yang akan dialami oleh murid di sekolah.

“Dikhawatirkan banyak anak sekolah yang kesepian, secara emosional mereka trauma dengan situasi ini. Bahkan orang tua juga stres di rumah dan menyebabkan beberapa permasalahan lainnya,” ujar Nadiem.

Hal ini dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi anak-anak Indonesia, seperti kehilangan sifat sosialnya untuk terbuka pada pembelajaran.

“Saya selama ini banting meja (marah) dan ke berbagai daerah untuk mendorong mereka segara melaksanakan kegiatan belajar tatap muka terbatas,” katanya.

Menurutnya saat ini sudah 40 persen sekolah yang melakukan kegiatan belajar tatap muka terbatas. Namun, baginya itu masih merupakan capaian angka yang cukup kecil.

Baca juga: Kisah Andani dan Andari, Saudara Kembar yang Tak Pernah Pisah Sekolah Sampai Sarjana

Agar anak-anak tidak semakin ketinggalan, lanjut Nadiem, pihaknya akan terus berupaya mendorong terlaksananya kegiatan belajar tatap muka terbatas dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Kita saat ini tengah berupaya menyediakan super apps pendidikan untuk bisa digunakan guru dan kepala sekolah. Sehingga digitalisasi sekolah akan menjadi hal penting dalam perkembangan pendidikan ke depan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, hal terpenting untuk mengejar ketertinggalan pendidikan ini adalah mengetahui sudah sampai sejauh mana ketertinggalan itu sendiri. Sehingga, pihaknya akan mengetahui mana saja sekolah yang membutuhkan bantuan tertentu, dan mengetahui apa yang mejadi penyebab ketertinggalan tersebut.

“Jadi pemetaan inilah yang sedang kita lakukan sekarang. Sehingga kita bisa mengetahui siapa yang paling ketinggalan dan siapa yang paling butuh bantuan kita. Jadi mengukur keberhasilan dan ketertinggalan akan menjadi prioritas pada tahun ini,” jelasnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)