Nabi Muhammad di Mata Orientalis John L. Esposito: Islam Bukan Agama Baru
Miftah yusufpati
Senin, 28 April 2025 - 17:00 WIB
John Louis Esposito. Foto: Lehigh
LANGIT7.ID-John Louis Esposito adalah seorang akademisi Amerika, profesor dari Timur Tengah dan studi agama, dan sarjana dari studi Islam.
Orientalis kelahiran 19 Mei 1940 ini menjabat sebagai Profesor Agama, Urusan Internasional, dan Kajian Islam di Georgetown University di Washington, DC. Dia juga direktur pendiri Pusat Pangeran Alwaleed untuk Pemahaman Muslim–Kristen di Georgetown.
John L. Esposito dalam bukunya berjudul "The Islamic Threat: Myth or reality?" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Ancaman Islam Mitos atau Realitas?" (Mizan) mengatakan Al-Quran dan Muhammad memberikan sumber dan bimbingan suci bagi pembangunan agama baik di masa lalu maupun di masa sekarang.
"Kalau para pengikut Muhammad berpaling kepada Muhammad pada masa hidupnya, pada masa sekarang pun, orang-orang Muslim yang taat di seluruh penjuru dunia berpegang pada wahyu dan ajaran-ajaran Rasul dalam mengarahkan hidup mereka," ujarnya.
Dilahirkan di Arab pada tahun 570 Masehi, Muhammad ibn Abdullah (570-632) mempunyai pengalaman agamais yang sangat dalam pada usia 40 tahun, yang mengubah dirinya dan mewujudkan umat yang kira-kira 14 tahun kemudian menjadi agama terbesar kedua di dunia, dan mempunyai pemeluk yang berjumlah kira-kira 2 miliar orang.
Baca juga: Karakteristik Fikih Sahabat Nabi Muhammad SAW: Lahirnya Syiah dan Sunni
Orientalis kelahiran 19 Mei 1940 ini menjabat sebagai Profesor Agama, Urusan Internasional, dan Kajian Islam di Georgetown University di Washington, DC. Dia juga direktur pendiri Pusat Pangeran Alwaleed untuk Pemahaman Muslim–Kristen di Georgetown.
John L. Esposito dalam bukunya berjudul "The Islamic Threat: Myth or reality?" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Ancaman Islam Mitos atau Realitas?" (Mizan) mengatakan Al-Quran dan Muhammad memberikan sumber dan bimbingan suci bagi pembangunan agama baik di masa lalu maupun di masa sekarang.
"Kalau para pengikut Muhammad berpaling kepada Muhammad pada masa hidupnya, pada masa sekarang pun, orang-orang Muslim yang taat di seluruh penjuru dunia berpegang pada wahyu dan ajaran-ajaran Rasul dalam mengarahkan hidup mereka," ujarnya.
Dilahirkan di Arab pada tahun 570 Masehi, Muhammad ibn Abdullah (570-632) mempunyai pengalaman agamais yang sangat dalam pada usia 40 tahun, yang mengubah dirinya dan mewujudkan umat yang kira-kira 14 tahun kemudian menjadi agama terbesar kedua di dunia, dan mempunyai pemeluk yang berjumlah kira-kira 2 miliar orang.
Baca juga: Karakteristik Fikih Sahabat Nabi Muhammad SAW: Lahirnya Syiah dan Sunni