Kristen Dipertemukan Islam, Montgomery Watt: Kristen Dulu Sungguh Amat Berbeda
Miftah yusufpati
Selasa, 29 April 2025 - 05:15 WIB
William Montgomery Watt. Foto: AP
LANGIT7.ID-William Montgomery Watt adalah pakar studi-studi keislaman dari Britania Raya, salah seorang orientalis dan sejarawan utama tentang Islam di dunia Barat.
Cendekiawan kelahiran Edinburgh pada 14 Maret 1909 dan meninggal 24 Oktober 2006 ini adalah seorang profesor Studi-studi Arab dan Islam pada Universitas Edinburgh antara tahun 1964-1979.
Ia juga merupakan visiting professor pada Universitas Toronto, College de France, Paris, dan Universitas Georgetown; serta menerima gelar kehormatan Doctor of Divinity dari Universitas Aberdeen.
Dalam hal kerohanian, Montgomery Watt adalah pendeta (reverend) pada Gereja Episkopal Skotlandia, dan pernah menjadi spesialis bahasa bagi Uskup Yerusalem antara tahun 1943-1946. Ia menjadi anggota gerakan ekumenisme "Iona Community" di Skotlandia pada 1960. Beberapa media massa Islam pernah menjulukinya sebagai "Orientalis Terakhir".
Baca juga: Nabi Muhammad di Mata Orientalis John L. Esposito: Islam Bukan Agama Baru
Dalam bukunya yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama Jakarta, 1996) ia antara lain bicara tentang Kristen dipertemukan dengan Islam.
Menurutnya, ketika kita mulai berpikir tentang Kristen yang diketemukan oleh Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin awal, dapat dikatakan bahwa Kristen pada masa itu memang sungguh amat berbeda dengan Kristen yang kita kenal hari ini.
Cendekiawan kelahiran Edinburgh pada 14 Maret 1909 dan meninggal 24 Oktober 2006 ini adalah seorang profesor Studi-studi Arab dan Islam pada Universitas Edinburgh antara tahun 1964-1979.
Ia juga merupakan visiting professor pada Universitas Toronto, College de France, Paris, dan Universitas Georgetown; serta menerima gelar kehormatan Doctor of Divinity dari Universitas Aberdeen.
Dalam hal kerohanian, Montgomery Watt adalah pendeta (reverend) pada Gereja Episkopal Skotlandia, dan pernah menjadi spesialis bahasa bagi Uskup Yerusalem antara tahun 1943-1946. Ia menjadi anggota gerakan ekumenisme "Iona Community" di Skotlandia pada 1960. Beberapa media massa Islam pernah menjulukinya sebagai "Orientalis Terakhir".
Baca juga: Nabi Muhammad di Mata Orientalis John L. Esposito: Islam Bukan Agama Baru
Dalam bukunya yang diterjemahkan Zaimudin berjudul "Titik Temu Islam dan Kristen, Persepsi dan Salah Persepsi" (Gaya Media Pratama Jakarta, 1996) ia antara lain bicara tentang Kristen dipertemukan dengan Islam.
Menurutnya, ketika kita mulai berpikir tentang Kristen yang diketemukan oleh Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin awal, dapat dikatakan bahwa Kristen pada masa itu memang sungguh amat berbeda dengan Kristen yang kita kenal hari ini.