Kolom Ekonomi Syariah: Gen Z
Prof dr bambang setiaji
Senin, 05 Mei 2025 - 04:00 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Gen Z
LANGIT7.ID-Gen z adalah generasi yang lahir sekitar 20 tahun lalu, pada masa internet dan aplikasi aplikasi sudah membudaya. Generasi ini lebih terbuka, multitasking, mengahdapi banyak hal baru dan terbiasa terhadap hal baru. Mereka menghargai ketulusan dan nilai demokrasi.
Gen z kurang tertarik kepada pekerjaan fisik atau manual yang tidak berbasis teknologi. Dalam kaitan ekonomi tentu saja kita memikirkan bagaimana mereka bisa bekerja stabil dan memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin beraneka warna. Agama mengajarkan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Perang
Kenyataan bahwa pekerjaan terbesar yang terbuka pada era sekarang adalah pekerjaan pekerjaan sektor informal dan skala kecil baik berbasis teknologi atau pun manual. Pekerjaan manual seperti tukang masak, tukang batu, tukang kayu, bahkan tukang cuci baik di rumah tangga dan usaha kecil sering kali kesulitan mencari tenaga kerja.
Gen z yang berorientasi kepada pekerjaan yang berbasis teknologi otomasi dan lintas jarak menjadi miss match. Pekerjaan yang terbuka kesulitan mencari pekerja yang sesuai sementara gen z yang sekarang berada pada masa masuk pasar kerja menghadapi penawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan dan membentuk budaya baru. Boleh diakatakan pekerjaan yang terbuka masih pekerjaan masa lalu dan tenagakerja yang datang dengan budaya baru. Banyak ditemukan fenomena pindah pekerjaan yang sangat tinggi.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Perang Tarif
Gen z mengidolakan pekerjaan berbasis internet seperti content creator atau youtuber, tetapi kenyataan industri ini sangat terbatas, sebagaimana sifatnya yang unik tetapi dinikmati banyak orang. Dengan penduduk yang besar kita tetap berbasis banyak produsen dan banyak konsumen.
Gen z kurang tertarik kepada pekerjaan fisik atau manual yang tidak berbasis teknologi. Dalam kaitan ekonomi tentu saja kita memikirkan bagaimana mereka bisa bekerja stabil dan memenuhi kebutuhan hidupnya yang semakin beraneka warna. Agama mengajarkan janganlah kita meninggalkan generasi yang lemah.
Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Ekonomi Perang
Kenyataan bahwa pekerjaan terbesar yang terbuka pada era sekarang adalah pekerjaan pekerjaan sektor informal dan skala kecil baik berbasis teknologi atau pun manual. Pekerjaan manual seperti tukang masak, tukang batu, tukang kayu, bahkan tukang cuci baik di rumah tangga dan usaha kecil sering kali kesulitan mencari tenaga kerja.
Gen z yang berorientasi kepada pekerjaan yang berbasis teknologi otomasi dan lintas jarak menjadi miss match. Pekerjaan yang terbuka kesulitan mencari pekerja yang sesuai sementara gen z yang sekarang berada pada masa masuk pasar kerja menghadapi penawaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan dan membentuk budaya baru. Boleh diakatakan pekerjaan yang terbuka masih pekerjaan masa lalu dan tenagakerja yang datang dengan budaya baru. Banyak ditemukan fenomena pindah pekerjaan yang sangat tinggi.
Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Perang Tarif
Gen z mengidolakan pekerjaan berbasis internet seperti content creator atau youtuber, tetapi kenyataan industri ini sangat terbatas, sebagaimana sifatnya yang unik tetapi dinikmati banyak orang. Dengan penduduk yang besar kita tetap berbasis banyak produsen dan banyak konsumen.