home edukasi & pesantren

Mengapa Juru Bahasa Isyarat Selalu Pakai Busana Hitam? Ini Alasannya

Rabu, 07 Mei 2025 - 11:43 WIB
Seorang JBI diantara Mendikdasmen Abdul Muti dan siswa berkebutuhan khusus.
Juru bahasa isyarat (JBI) berperan besar dalam upaya penyebaran informasi yang lebih inklusivitas, terutama untuk orang-orang berkebutuhan khusus. Pada kehadirannya, seringkali kita melihat JBI selalu mengenakan pakaian serba hitam. Ternyata, hal ini ada alasannya loh.

Kehadiran juru bahasa isyarat semakin banyak dibutuhkan di berbagai instansi, baik pemerintahan maupun swasta. Serta berbagai momen maupun acara.

Berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, di mana layanan bahasa isyarat merupakan hak yang harus dijamin oleh negara. Dengan demikian aksesibilitas ini sangat penting untuk dipenuhi karena mereka berhak mendapatkan informasi yang setara dengan orang non-disabilitas.

JBI merupakan jembatan penghubung komunikasi bagi Teman Tuli, baik dengan sesama Tuli maupun dengan Teman Dengar. Secara sederhana, seorang JBI bertugas untuk menerjemahkan bahasa lisan atau penutur ke bahasa isyarat dan sebaliknya.

Umumnya, JBI akan menerjemahkan setiap kata atau mencari padanannya agar informasi yang disampaikan dapat diterima oleh teman-teman tunarungu dengan jelas dan kontekstual.

Dalam melaksanakan tugasnya, seorang JBI selain harus menguasai bahasa isyarat, mereka juga memiliki sejumlah kode etik dalam bertugas. Salah satunya kode etik dalam berpakaian.

Jika kita perhatikan, dalam setiap tugasnya, seorang JBI selalu menggunakan busana berwarna gelap yakni hitam atau biru tua. Bukan tanpa alasan, apalagi kebebasan JBI memilih outfit sendiri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya