Christine Hakim Serta Film Ikatan Darah dan Jumbo, Delegasi Indonesia di Cannes Film Festival 2025
Lusi mahgriefie
Kamis, 08 Mei 2025 - 09:00 WIB
Christine Hakim di tengah antara Reza Rahadian dan Menbud Fadli Zon. Foto: dok Kemenbud
Aktris legendaris Christine Hakim menjadi delegasi Indonesia di ajang film terbesar dunia, Cannes Film Festival 2025 di Paris. Selain itu, film Ikatan Darah dan film animasi Jumbo juga turut mewakili eksistensi perfilman Tanah Air di festival tersebut.
Di Marche du Film Cannes Film Festival 2025 akan dihelat mulai 13 Mei hingga 24 Mei nanti. Indonesia siap memperluas jejaring global dan membuka peluang kolaborasi strategis untuk kemajuan industri film tanah air.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak terkait, terutama insan perfilman.
"Apresiasi kepada sutradara, produser, aktor, penulis, animator, teknisi, hingga pekerja kreatif lain yang bekerja sepenuh hati membangun jembatan budaya Indonesia dan dunia melalui sinema," kata Fadli Zon dalam acara Taklimat Media Cannes International Film Festival di CGV FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5).
Christine Hakim sebagai delegasi Indonesia di Cannes dalam debutnya sebagai produser untuk film The Mourning Journey, yang disutradarai Garin Nugroho dan dibintangi oleh Reza Rahadian. The Mourning Journey akan mencari calon mitra kolaborator di Marche du Film.
Tampil di Cannes bukan yang pertama untuk aktris legendaris tersebut. Sebelumnya, film yang dibintangi Christine Hakim yaitu Tjoet Nja’ Dhien (1989) menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di festival itu.
Para Delegasi Indonesia akan hadir dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah film Ikatan Darah yang diproduseri Iko Uwais melalui rumah produksi Uwais Pictures, untuk bisa berjejaring dan bertemu dengan calon mitra internasional. Film tersebut mengangkat silat dan cerita lokal.
Di Marche du Film Cannes Film Festival 2025 akan dihelat mulai 13 Mei hingga 24 Mei nanti. Indonesia siap memperluas jejaring global dan membuka peluang kolaborasi strategis untuk kemajuan industri film tanah air.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak terkait, terutama insan perfilman.
"Apresiasi kepada sutradara, produser, aktor, penulis, animator, teknisi, hingga pekerja kreatif lain yang bekerja sepenuh hati membangun jembatan budaya Indonesia dan dunia melalui sinema," kata Fadli Zon dalam acara Taklimat Media Cannes International Film Festival di CGV FX Sudirman, Senayan, Jakarta, Selasa (6/5).
Christine Hakim sebagai delegasi Indonesia di Cannes dalam debutnya sebagai produser untuk film The Mourning Journey, yang disutradarai Garin Nugroho dan dibintangi oleh Reza Rahadian. The Mourning Journey akan mencari calon mitra kolaborator di Marche du Film.
Tampil di Cannes bukan yang pertama untuk aktris legendaris tersebut. Sebelumnya, film yang dibintangi Christine Hakim yaitu Tjoet Nja’ Dhien (1989) menjadi film Indonesia pertama yang ditayangkan di festival itu.
Para Delegasi Indonesia akan hadir dalam berbagai kegiatan. Salah satunya adalah film Ikatan Darah yang diproduseri Iko Uwais melalui rumah produksi Uwais Pictures, untuk bisa berjejaring dan bertemu dengan calon mitra internasional. Film tersebut mengangkat silat dan cerita lokal.