home edukasi & pesantren

Hari Arafah: Harus Yakin Benar-Benar Berada di Wilayah Arafah

Sabtu, 10 Mei 2025 - 05:45 WIB
Batasan-batasan Arafah itu dapat diketahui dengan spanduk-spanduk besar yang ada di sekeliling Arafah. Ilustrasi: Judicial Council
LANGIT7.ID-Yusuf bin Abdullah bin Ahmad Al-Ahmad dalam "Shifatul Hajji wal Umrati wa Ahkamish Shalati fi Masjidin Nabawi" menjelaskan jika matahari terbit pada hari Arafah (hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah), maka setiap Haji berangkat dari Mina ke Arafah, seraya mengumandangkan talbiyah atau takbir.

Hal itu sebagaimana telah dilakukan oleh para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, sedang mereka bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; ada yang mengumandangkan talbiyah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengingkarinya, ada yang bertakbir dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak mengingkarinya.

Jika matahari telah tergelincir, maka ia salat Zuhur dan Ashar secara jama’ qashar dengan satu adzan dan dua iqamat. Sebelum salat, imam menyampaikan khutbah yang materinya sesuai dengan keadaan.

Setelah salat, setiap Haji menyibukkan diri dengan zikir, do’a dan merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla. Sebaiknya berdo’a dengan mengangkat kedua tangan dan menghadap kiblat hingga terbenamnya matahari. Demikian seperti yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Karena itu, setiap Haji hendaknya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang agung ini. Hendaknya ia mengulang-ulang serta memperbanyak do’a, juga hendaknya ia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sejujur-jujurnya.

Baca juga: Amalan di Hari Tasyrik bagi yang Berhaji: Bagaimana bagi Mereka yang Tak Berhaji?

Berikutini beberapa nash yang menunjukkan keutamaan hari Arafah:
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya