Komunitas Muhibah Angklung, Bermain dengan Penuh Cinta Hingga ke Mancanegara
Lusi mahgriefie
Rabu, 14 Mei 2025 - 10:56 WIB
Komunitas Muhibah Angklung. Sumber: angklungmuhibah.id
Alat musik angklung pada 2010 telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dunia. Untuk itu, sebagai warga negara Indonesia kita harus bangga dan terus melestarikannya dan bahkan mengenalkan secara lebih luas lagi seperti yang dilakukan oleh komunitas Muhibah Angklung asal Jawa Barat ini.
Komunitas Muhibah Angklung merupakan sekelompok anak muda yang gemar bermain angklung, dan menegaskan bahwa mereka bermain angklung dengan penuh cinta.
Para anggota komunitas yang kebanyakan anak muda Indonesia ini, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan budaya, dengan mempromosikan keindahan angklung di seluruh dunia.
"Kami sangat bersyukur mendapat dukungan penuh dari Paguyuban Pasundan dan Sembilan Matahari. Kami juga mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan beberapa komunitas angklung ternama seperti Angklung Hamburg Orchestra, Angklung Eindhoven, Angklung Web Institute (AWI), Saung Angklung Udjo, dan Bale Angklung Bandung," seperti dikutip dari laman angklungmuhibah.id, dilihat Rabu (14/5/2025).
Yayasan AMADA merupakan yayasan yang bergerak di bidang kampanye budaya dan peradaban; produksi dan pengelolaan pengetahuan; promosi produk kreatif; peningkatan kapasitas melalui pendidikan; pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang lebih maju secara budaya dan beradab. Baik berupa kampanye, penelitian, pelatihan, maupun start-up, Yayasan AMADA berupaya meraih dampak positif dari semua itu.
Proyek yang sedang mereka garap saat ini adalah Tim Muhibah Angklung (tahap Pemeliharaan), Pemetaan Potensi Penambangan E-Waste di Indonesia (tahap Percontohan), Beasiswa Bimbel (tahap Penskalaan), Zonasi Sekolah dan Ketimpangan Kesempatan (tahap Gagasan), Calon Ibu (tahap Gagasan), Masjid Hijau (tahap Gagasan), Kesejahteraan Antar Generasi (tahap Gagasan), dan Perlakuan Panas untuk UMKM Berbasis Logam (tahap Gagasan).
Ketua Muhibah Angklung, Maulana M. Syuhada mengaku memiliki kecintaan pada seni, musik, dan budaya yang telah membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempromosikan seni dan budaya Indonesia.
Komunitas Muhibah Angklung merupakan sekelompok anak muda yang gemar bermain angklung, dan menegaskan bahwa mereka bermain angklung dengan penuh cinta.
Para anggota komunitas yang kebanyakan anak muda Indonesia ini, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan budaya, dengan mempromosikan keindahan angklung di seluruh dunia.
"Kami sangat bersyukur mendapat dukungan penuh dari Paguyuban Pasundan dan Sembilan Matahari. Kami juga mendapat kehormatan untuk berkolaborasi dengan beberapa komunitas angklung ternama seperti Angklung Hamburg Orchestra, Angklung Eindhoven, Angklung Web Institute (AWI), Saung Angklung Udjo, dan Bale Angklung Bandung," seperti dikutip dari laman angklungmuhibah.id, dilihat Rabu (14/5/2025).
Yayasan AMADA merupakan yayasan yang bergerak di bidang kampanye budaya dan peradaban; produksi dan pengelolaan pengetahuan; promosi produk kreatif; peningkatan kapasitas melalui pendidikan; pengembangan dan pemberdayaan masyarakat menuju masyarakat yang lebih maju secara budaya dan beradab. Baik berupa kampanye, penelitian, pelatihan, maupun start-up, Yayasan AMADA berupaya meraih dampak positif dari semua itu.
Proyek yang sedang mereka garap saat ini adalah Tim Muhibah Angklung (tahap Pemeliharaan), Pemetaan Potensi Penambangan E-Waste di Indonesia (tahap Percontohan), Beasiswa Bimbel (tahap Penskalaan), Zonasi Sekolah dan Ketimpangan Kesempatan (tahap Gagasan), Calon Ibu (tahap Gagasan), Masjid Hijau (tahap Gagasan), Kesejahteraan Antar Generasi (tahap Gagasan), dan Perlakuan Panas untuk UMKM Berbasis Logam (tahap Gagasan).
Ketua Muhibah Angklung, Maulana M. Syuhada mengaku memiliki kecintaan pada seni, musik, dan budaya yang telah membawanya terlibat dalam berbagai kegiatan yang mempromosikan seni dan budaya Indonesia.