Ormas, Premanisme dan Peran Negara dalam Melindungi Masyarakat
Tim langit 7
Jum'at, 16 Mei 2025 - 18:05 WIB
Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Dr Aribowo Drs MS
Premanisme berkedok organisasi masyarakat (ormas) kerap terjadi di tengah masyarakat. Hal ini sejatinya bukan fenomena baru, melainkan telah ada bahkan tumbuh subur di masa orde baru (orba). Kala itu, ormas sengaja dibentuk guna kepentingan politik segelintir golongan.
Kini, ormas-ormas sejenis masih hidup, melanggengkan praktik premanisme hingga mengganggu stabilitas sosial. Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Dr Aribowo Drs MS, memberikan pandangannya.
Menurutnya, banyak faktor yang menjadikan ormas yang kental dengan premanisme muncul.
Minimnya Lapangan Pekerjaan
Ormas kerap hadir di sektor-sektor informal, bahkan ilegal. Misalnya mereka sering ditemui meminta pungutan liar ke UMKM hingga perusahaan.
“Jadi ini masyarakat tidak diberikan pekerjaan oleh negara, tetapi negara juga tidak mampu memberikan fasilitas dan tidak punya kreatifitas,” papar Ari.
Kini, ormas-ormas sejenis masih hidup, melanggengkan praktik premanisme hingga mengganggu stabilitas sosial. Dosen Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair), Dr Aribowo Drs MS, memberikan pandangannya.
Menurutnya, banyak faktor yang menjadikan ormas yang kental dengan premanisme muncul.
Minimnya Lapangan Pekerjaan
Ormas kerap hadir di sektor-sektor informal, bahkan ilegal. Misalnya mereka sering ditemui meminta pungutan liar ke UMKM hingga perusahaan.
“Jadi ini masyarakat tidak diberikan pekerjaan oleh negara, tetapi negara juga tidak mampu memberikan fasilitas dan tidak punya kreatifitas,” papar Ari.