Pakar UGM Ungkap 3 Fondasi Penting bagi Siswa SD Sebelum Belajar Coding dan AI
Esti setiyowati
Senin, 19 Mei 2025 - 17:18 WIB
Ilustrasi. Sejumlah anak sekolah dasar yang tengah belajar di depan komputer. Foto: Pexels/Agung Pandit Wiguna.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti pastikan coding dan Artificial Intelligence (AI) menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah pada tahun ajaran 2025/2026.
Menurut Abdul Mu'ti, pemberian pembelajaran coding dan kecerdasan buatan adalah bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global.
Baca juga: Mendikdasmen Tinjau Pembelajaran Coding di SMP Prima Cendekia Bandung, Bakal Jadi Mata Pelajaran Pilihan
Menanggapi hal tersebut, peneliti transformasi digital dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Iradat Wirid, mengatakan perlunya pembekalan anak dengan logika, etika, dan literasi digital terlebih dulu.
“Dalam pelaksanaannya, kita perlu penyampaian materi yang berjenjang. Jangan sampai kita langsung mengajarkan aplikasi AI ke anak SD, itu akan jadi bencana. Kita harus membekali anak dengan logika, etika, dan literasi digital terlebih dahulu,” tegasnya, Senin (19/5/2025).
Iradat menyebut ada tiga fondasi penting yang harus melekat dalam kurikulum AI untuk pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
"Pertama adalah soal etika. Pengenalan AI kepada pelajar tidak boleh semata-mata menonjolkan kecanggihan aplikasi, tapi harus disertai pemahaman soal hak, dampak, dan batasan penggunaannya," kata Iradat seperti dikutip laman resmi UGM.
Menurut Abdul Mu'ti, pemberian pembelajaran coding dan kecerdasan buatan adalah bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang kompetitif dan mampu bersaing di kancah global.
Baca juga: Mendikdasmen Tinjau Pembelajaran Coding di SMP Prima Cendekia Bandung, Bakal Jadi Mata Pelajaran Pilihan
Menanggapi hal tersebut, peneliti transformasi digital dari Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Iradat Wirid, mengatakan perlunya pembekalan anak dengan logika, etika, dan literasi digital terlebih dulu.
“Dalam pelaksanaannya, kita perlu penyampaian materi yang berjenjang. Jangan sampai kita langsung mengajarkan aplikasi AI ke anak SD, itu akan jadi bencana. Kita harus membekali anak dengan logika, etika, dan literasi digital terlebih dahulu,” tegasnya, Senin (19/5/2025).
Iradat menyebut ada tiga fondasi penting yang harus melekat dalam kurikulum AI untuk pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
"Pertama adalah soal etika. Pengenalan AI kepada pelajar tidak boleh semata-mata menonjolkan kecanggihan aplikasi, tapi harus disertai pemahaman soal hak, dampak, dan batasan penggunaannya," kata Iradat seperti dikutip laman resmi UGM.