Nasihat Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani tentang Kesabaran dan Keikhlasan Menghadapi Takdir
Miftah yusufpati
Jum'at, 23 Mei 2025 - 15:34 WIB
Syaikh Abdul Qadir al Jilani bependapat lailatul qadar turun pada 27 Ramadan. Ilustrasi: shopee
LANGIT7.ID--Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani menyampaikan bahwa adalah hal yang aneh jika kita marah kepada Tuhan dan menganggap Yang Mahakuasa dan Mahaagung tidak adil, menahan rezeki, atau tidak menghindarkan musibah dari kita.
Dalam kitanya Futuh Al-Ghaib,beliau mengatakan, "Tidakkah kau tahu bahwa setiap kejadian ada waktunya, dan setiap musibah ada akhirnya? Keduanya tidak bisa dimajukan atau ditunda. Masa-masa musibah tidak berubah, hingga datang kebahagiaan."
Syaikh Abdul Qadir menegaskan bahwa masa-masa kesulitan akan berlalu, dan kemudahan akan datang. Oleh karena itu, "Berlakulah dengan baik, diamlah, bersabarlah, berpasrahlah, dan ridhalah kepada Tuhanmu. Bertobatlah kepada Allah," katanya.
Ia mengingatkan bahwa di hadapan Allah tidak ada tempat untuk menuntut atau membalas dendam atas sesuatu yang terjadi, karena segala yang terjadi adalah kehendak-Nya, Yang Maha Bijaksana dan Mahaagung.
Selanjutnya, Syaikh Abdul Qadir mengingatkan bahwa kita tidak boleh menisbahkan kesalahan kepada tindakan Tuhan. Sebaliknya, lebih baik menunggu kemudahan datang saat kita merasakan kepudaran kepatuhan kita terhadap-Nya, seperti musim panas yang datang setelah musim dingin, dan siang yang datang setelah malam.
Baca juga: Menghindari Iri Hati: Pesan Bijak Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Ia juga menjelaskan bahwa permohonan yang sia-sia adalah ketika kita meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan takdir-Nya, seperti memohon siang datang ketika malam semakin pekat. Pada akhirnya, siang akan datang dengan sendirinya, entah kita kehendaki atau tidak. Ia mengajarkan bahwa kita tidak boleh meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan takdir Tuhan karena doa kita tidak akan dikabulkan.
Dalam kitanya Futuh Al-Ghaib,beliau mengatakan, "Tidakkah kau tahu bahwa setiap kejadian ada waktunya, dan setiap musibah ada akhirnya? Keduanya tidak bisa dimajukan atau ditunda. Masa-masa musibah tidak berubah, hingga datang kebahagiaan."
Syaikh Abdul Qadir menegaskan bahwa masa-masa kesulitan akan berlalu, dan kemudahan akan datang. Oleh karena itu, "Berlakulah dengan baik, diamlah, bersabarlah, berpasrahlah, dan ridhalah kepada Tuhanmu. Bertobatlah kepada Allah," katanya.
Ia mengingatkan bahwa di hadapan Allah tidak ada tempat untuk menuntut atau membalas dendam atas sesuatu yang terjadi, karena segala yang terjadi adalah kehendak-Nya, Yang Maha Bijaksana dan Mahaagung.
Selanjutnya, Syaikh Abdul Qadir mengingatkan bahwa kita tidak boleh menisbahkan kesalahan kepada tindakan Tuhan. Sebaliknya, lebih baik menunggu kemudahan datang saat kita merasakan kepudaran kepatuhan kita terhadap-Nya, seperti musim panas yang datang setelah musim dingin, dan siang yang datang setelah malam.
Baca juga: Menghindari Iri Hati: Pesan Bijak Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani
Ia juga menjelaskan bahwa permohonan yang sia-sia adalah ketika kita meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan takdir-Nya, seperti memohon siang datang ketika malam semakin pekat. Pada akhirnya, siang akan datang dengan sendirinya, entah kita kehendaki atau tidak. Ia mengajarkan bahwa kita tidak boleh meminta sesuatu yang tidak sesuai dengan takdir Tuhan karena doa kita tidak akan dikabulkan.