Kisah Hajar, Ismail, dan Asal Mula Zamzam
Miftah yusufpati
Sabtu, 24 Mei 2025 - 04:15 WIB
Air zamzam dikiriim ke Madinah. Foto: Arab News
LANGIT7.ID-Setelah kelahiran Ishaq, Sarah merasa tidak nyaman anaknya disamakan dengan Ismail, anak dari Hajar, dayangnya. Ketika melihat Ismail memukul adiknya, Sarah bersumpah tidak ingin tinggal bersama Hajar dan anaknya. Ibrahim pun membawa Hajar dan Ismail ke selatan, ke sebuah lembah sunyi—lokasi Makkahsekarang.
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan pada saat itu, lembah tersebut hanya menjadi tempat persinggahan kafilah dari Syam ke Yaman dan sebaliknya, namun saat itu sedang sepi. Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail dengan sedikit perbekalan.
Setelah kehabisan air, Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali dalam upaya mencari air. Dalam keputusasaan, ia kembali ke anaknya dan melihat air memancar dari tempat anaknya mengais tanah—itulah asal mula sumur Zamzam.
Air Zamzam kemudian menarik minat kabilah-kabilah untuk tinggal di daerah tersebut. Sebagian riwayat menyebut bahwa kabilah Jurhum sudah lebih dulu tinggal di sana, namun ada juga yang menyatakan mereka datang setelah munculnya Zamzam.
Ismail tumbuh dewasa dan menikah dengan perempuan dari kabilah Jurhum. Ia hidup bersama mereka, dan di tempat itulah rumah suci (Ka'bah) mulai dibangun dan kota Mekah berkembang di sekitarnya.
Baca juga: Ritual Pencucian Kakbah: Pakai Campuran Zamzam, Air Mawar dan Minyak Oud
Kunjungan Ibrahim kepada Ismail
Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" mengisahkan pada saat itu, lembah tersebut hanya menjadi tempat persinggahan kafilah dari Syam ke Yaman dan sebaliknya, namun saat itu sedang sepi. Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail dengan sedikit perbekalan.
Setelah kehabisan air, Hajar berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwah tujuh kali dalam upaya mencari air. Dalam keputusasaan, ia kembali ke anaknya dan melihat air memancar dari tempat anaknya mengais tanah—itulah asal mula sumur Zamzam.
Air Zamzam kemudian menarik minat kabilah-kabilah untuk tinggal di daerah tersebut. Sebagian riwayat menyebut bahwa kabilah Jurhum sudah lebih dulu tinggal di sana, namun ada juga yang menyatakan mereka datang setelah munculnya Zamzam.
Ismail tumbuh dewasa dan menikah dengan perempuan dari kabilah Jurhum. Ia hidup bersama mereka, dan di tempat itulah rumah suci (Ka'bah) mulai dibangun dan kota Mekah berkembang di sekitarnya.
Baca juga: Ritual Pencucian Kakbah: Pakai Campuran Zamzam, Air Mawar dan Minyak Oud
Kunjungan Ibrahim kepada Ismail