5 Cara Ampuh Atasi Stres karena Gagal UTBK-SNBT 2025
Tim langit 7
Ahad, 01 Juni 2025 - 18:30 WIB
ilustrasi
Pemerintah telah mengumumkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025. Sebanyak 253.421 siswa dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri impian
Namun, di balik euforia kelulusan, ada jutaan siswa lain yang harus menerima kenyataan belum berhasil lolos tahun ini. Tak sedikit dari mereka yang mengalami tekanan mental, stres, hingga kehilangan semangat belajar.
Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Syarifuddin, mengatakan kegagalan UTBK-SNBT bukan akhir dari segalanya.
“Perasaan sedih dan kecewa tentu wajar, tapi jangan biarkan kegagalan hari ini membunuh mimpi besok,” ujarnya. Ia pun membagikan lima tips mengatasi stres pasca gagal UTBK-SNBT, agar para siswa tetap semangat melangkah ke masa depan.
“Main game, nonton film, memancing, atau sekadar mendengarkan musik bisa menjadi pelarian positif untuk sementara waktu,” jelasnya.
Aktivitas ini membantu pikiran teralihkan dan memberi ruang bagi emosi untuk mereda.
“Menghirup udara segar dan menikmati alam bisa membantu menjernihkan pikiran,” tambah Syarifuddin.
Namun, di balik euforia kelulusan, ada jutaan siswa lain yang harus menerima kenyataan belum berhasil lolos tahun ini. Tak sedikit dari mereka yang mengalami tekanan mental, stres, hingga kehilangan semangat belajar.
Dosen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya), Syarifuddin, mengatakan kegagalan UTBK-SNBT bukan akhir dari segalanya.
“Perasaan sedih dan kecewa tentu wajar, tapi jangan biarkan kegagalan hari ini membunuh mimpi besok,” ujarnya. Ia pun membagikan lima tips mengatasi stres pasca gagal UTBK-SNBT, agar para siswa tetap semangat melangkah ke masa depan.
- Lakukan Aktivitas yang Menyenangkan
“Main game, nonton film, memancing, atau sekadar mendengarkan musik bisa menjadi pelarian positif untuk sementara waktu,” jelasnya.
Aktivitas ini membantu pikiran teralihkan dan memberi ruang bagi emosi untuk mereda.
- Healing dengan Jalan-Jalan
“Menghirup udara segar dan menikmati alam bisa membantu menjernihkan pikiran,” tambah Syarifuddin.