home edukasi & pesantren

Kemandirian Pesantren, Simpul Masyarakat Perkuat Ekonomi Syariah

Kamis, 30 September 2021 - 22:00 WIB
Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono. Foto: Langit7/Adine Saraswati
Pesantren memiliki potensi yang sangat besar dalam memajukan dan mengembangkan ekonomi syariah nasional secara inklusif. Potensi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi Bank Indonesia (BI) untuk menempatkan penguatan ekonomi pesantren sebagai salah satu kunci sumber pertumbuhan baru dalam ekosistem ekonomi syariah.

Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan BI DIY Miyono pembukaan seminar virtual bertajuk Model Bisnis Pesantren Inovatif sebagai rangkaian Festival Ekonomi Syariah Regional (FESYAR) Jawa 2021, Rabu (29/9).

"Pesantren tidak lagi hanya berperan sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan, tetapi sekaligus sebagai tempat pemberdayaan sosial ekonomi bagi santri dan lingkungan sekitar saat ini. Pesantren akhirnya menjadi simpul masyarakat yang sangat berpengaruh dalam menggerakkan masyarakat dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah," tuturnya.

Baca juga:Ribuan Santri Bakal Dapat Tiket Gratis Nonton MotoGP Junior IATC di Sirkuit Mandalika

Di tengah keterbatasan mobilisasi, Miyono menekankan BI secara konsisten terus bersinergi mengimplementasikan berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Konsistensi tersebut diwujudkan BI dengan program pengembangan kemandirian ekonomi pesantren secara nasional yang telah diimplementasikan di 352 pesantren yang tersebar di 34 provinsi pada 2020 lalu.

"Capaian program replikasi tahun lalu ini berhasil mendorong terealisasinya penurunan biaya operasional atau peningkatan pendapatan pada pesantren-pesantren yang menjadi target program replikasi kemandirian ekonomi pesantren," ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ekonomi syariah masyarakat ekonomi pesantren kemandirian
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya