home masjid

Air Zamzam: Di Lembah yang Gersang, Muncul Mata Air Kehidupan

Sabtu, 07 Juni 2025 - 17:38 WIB
Sumur Zamzam: Dari tanah kering itu, pancaran air tiba-tiba keluar. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Di sebuah siang yang lengang, di tengah lembah sunyi yang kelak dikenal sebagai jantung Makkah, seorang perempuan dan anak laki-lakinya berdiri terpaku. Tak ada naungan pepohonan. Tak ada sumur. Hanya barisan bukit kerontang dan desir angin panas yang menampar kulit.

Hajar, perempuan Mesir yang dulunya hanya seorang dayang, ditinggalkan di sana oleh Ibrahim—suaminya, sang kekasih Tuhan. Bersama anaknya, Ismail, ia menghadapi takdir yang bagi banyak orang mungkin berarti kematian. Tapi bagi Hajar, ini adalah awal dari kisah peradaban.

Muhammad Husain Haekal dalam bukunya berjudul "Sejarah Hidup Muhammad" menyebut kisah ini bermula dari dalam rumah Ibrahim. Setelah bertahun-tahun menanti anak, Sarah- istri pertama Ibrahim—melahirkan Ishaq. Namun, kasih sang nabi ternyata tak berpihak hanya pada satu. Ismail, anak Hajar, pun dirawat dan dicintai setara.

Tapi cinta yang dibagi sama, tak selalu diterima sama. Sarah, yang menyimpan bara cemburu, merasa gusar. Terlebih ketika suatu hari ia melihat Ismail, si anak dayang, memukul adiknya. Murka Sarah memuncak. Ia tak ingin satu atap dengan Hajar dan anaknya.

Baca juga: Jejak Nabi Ibrahim di Makkah: Dinamika Sejarah Migrasi dan Wahyu

Ibrahim diam. Ia tahu, dua perempuan itu tak mungkin terus tinggal bersama. Dan kepada Tuhan, ia serahkan hatinya. Maka dengan berat hati, ia ajak Hajar dan Ismail menempuh perjalanan ke selatan. Hingga sampailah mereka ke lembah tandus yang tak berpenghuni. Di situlah Hajar ditinggalkan. Di situ pula sejarah mengambil bentuknya.

Ketika perbekalan habis, dan dahaga merongrong, Hajar berlari. Dari bukit Shafa ke Marwa. Lalu kembali lagi. Tujuh kali ia ulangi, matanya terus mencari: barangkali ada kafilah, barangkali ada oase, atau barangkali hanya harapan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya