Makkah, Kota yang Diharamkan untuk Dosa: Mengapa Tak Bisa Jadi Ibu Kota?
Miftah yusufpati
Jum'at, 13 Juni 2025 - 16:30 WIB
Makkah bukan kota biasa. Ia adalah ruang suci tempat bumi mencium langit. Ilustrasi: Abraj Al Bait
LANGIT7.ID--Setiap Muslim tahu ke mana ia menghadap saat bersujud. Kiblat yang sama dari berbagai pelosok dunia: Makkah al-Mukarramah. Kota yang dalam banyak jiwa tak hanya menjadi arah salat, tapi juga arah kerinduan. Impian, cita, sekaligus destinasi rohani.
Kota ini bukan sekadar tanah tempat berdirinya Kakbah, tapi medan yang sejak penciptaan langit dan bumi telah dinobatkan Allah sebagai tanah suci. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ pada hari Fathu Makkah:
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat." (HR Bukhari & Muslim)
Tanah ini tak seperti kota lain. Ia disucikan bukan karena manusianya, tapi karena kehendak-Nya. Bahkan Nabi ﷺ pun mematri kecintaannya pada Makkah dalam ungkapan yang lirih ketika terpaksa meninggalkan kota kelahirannya:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ، وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
"Demi Allah. Engkau adalah sebaik-baik bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar."
Kota ini bukan sekadar tanah tempat berdirinya Kakbah, tapi medan yang sejak penciptaan langit dan bumi telah dinobatkan Allah sebagai tanah suci. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ pada hari Fathu Makkah:
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
"Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat." (HR Bukhari & Muslim)
Tanah ini tak seperti kota lain. Ia disucikan bukan karena manusianya, tapi karena kehendak-Nya. Bahkan Nabi ﷺ pun mematri kecintaannya pada Makkah dalam ungkapan yang lirih ketika terpaksa meninggalkan kota kelahirannya:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ، وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ، وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
"Demi Allah. Engkau adalah sebaik-baik bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar."