home masjid

Itik Berkaki Satu Mullah Nasrudin: Humor Menyelamatkan dari Murka Penguasa

Senin, 16 Juni 2025 - 17:15 WIB
Kisah ini bukan sekadar lelucon tentang liciknya Mullah Nasrudin, melainkan sindiran terhadap kekuasaan yang terlalu suka memerintah dan menyalahkan tanpa memahami keadaan. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Ketika kekuasaan terlalu absolut, maka kebenaran harus menyamar dalam kelakar. Demikianlah pelajaran dari Mullah Nasrudin, sufi jenaka yang tak pernah kehabisan akal dalam menghadapi tirani, bahkan dari seorang penakluk seperti Timur Lenk.

Suatu hari, Nasrudin menerima undangan kehormatan dari Timur Lenk. Seperti biasa, ia hendak datang membawa buah tangan. Ia memilih seekor itik panggang sebagai persembahan.

Namun, godaan pagi itu terlalu kuat. Perut lapar dan aroma sedap membuat Nasrudin memakan satu kaki itik itu terlebih dahulu. Kini ia hanya memiliki itik panggang berkaki satu untuk dipersembahkan. Dalam kebingungan, Nasrudin akhirnya tetap membawanya ke istana.

Benar saja, Timur Lenk langsung mencurigai: "Mengapa itik panggang ini hanya berkaki satu, Mullah?"

Dengan tenang, Nasrudin menjawab: "Memang di negeri ini itik-itik hanya memiliki satu kaki. Kalau Paduka tak percaya, mari kita lihat di kolam."

Baca juga: Keledai Pembaca dan Ujian dari Seorang Raja kepada Mullah Nasrudin

Mereka pun berjalan menuju kolam istana. Di sana, banyak itik sedang berendam dengan satu kaki diangkat, seperti kebiasaan unggas saat istirahat. Nasrudin pun menunjuk: "Lihatlah, di sini itik memang berkaki satu."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya