home edukasi & pesantren

Pondok Bodho Alfrustasiyah, Pesantren Nyentrik untuk Santri Frustasi

Jum'at, 01 Oktober 2021 - 13:02 WIB
Gedung Pondok Bodho Alfrustasiyah (foto: istimewa)
Pondok Bodho “Al-Frustasi” Caruban Lasem Jawa Tengah merupakan salah satu pondok pesantren unik yang ada di Tanah Air. Di pondok ini, umumnya para santri yang menimba ilmu merupakan pemuda-pemuda yang mengalami depresi, frustasi, atau orang-orang putus asa dengan beban hidup.

Pondok itu memiliki sistem pembelajaran yang berbeda dari pondok pesantren pada umumnya. Dilihat dari namanya memang unik, Pon-Bod (Pondok Bodho) Alfrustasiyah, namun kenyataannya begitu. Meski mayoritas santri mempunyai beban hidup berat, namun ada pula yang sekadar mencari berkah untuk masa depan mereka.

Mengutip laman resmi Alfrustasiyah, pondok ini terletak di dusun Caruban, Desa Gedongmulyo, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya berada di sebelah barat komplek makam Nyai Ageng Maloka (kakak perempuan dari Sunan Bonang).

Ponbod Alfrustasiyah dirintis pada 1973-an oleh KHR. Hambali Abu Syuja’ Arruslani, seorang ulama nyentrik dari Demak dan Ibu Nyai Hj. Shofiah (putri KH Baidlowi Rembang). Setelah menikah, Mbah Hambali mendapat banyak tantangan hidup, termasuk dari mertua.

Sikapnya yang kontroversial menuai kecaman dari warga sekitar. Bahkan banyak kiai yang tidak cocok dengan sepak terjang beliau. Kondisi itu yang mendorong dia sowan ke Kiai Hamid Pasuruan. Dari situ dia mendapat arahan untuk mencari lokasi dan menetap di pesisir pantai utara dekat makam Nyai Ageng Maloka.

Mbah Hambali lalu mendirikan pondok di lokasi tersebut. Lokasi itu jauh dari keramaian kota, sehingga suasananya tenang dan nyaman. Awal mula merintis pondok, ia tak memiliki bekal materi yang cukup. Bahkan untuk tempat tinggal pribadi, ia memanfaatkan material seadanya. Namun berkat ketekunan dan kegigihan dalam berikhtiar, lambat laun berdiri bangunan megah seperti saat ini di lokasi tersebut.

Pada masa awal datang di dusun Caruban, Mbah Hambali tinggal di komplek makam yang terkenal angker. Tidak ada warga yang berani tinggal di tempat itu, meskipun sekadar beraktivitas. Namun keberadaan beliau di tempat itu, lambat laun kesan angker bergeser dan hilang sedikit demi sedikit.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren santri pesantren unik
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya