home masjid

Syahadat di Ujung Nafas: Tiket Terakhir ke Surga yang Tak Pernah Hangus

Kamis, 19 Juni 2025 - 16:45 WIB
Dalam dunia modern yang kadang memuja performa religius lahiriah, pesan ini seperti tamparan halus.Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Bagi sebagian orang, pintu surga bukan dibuka lewat amal yang menumpuk atau ibadah yang sempurna. Tapi cukup dengan satu kalimat yang dilafalkan di detik terakhir hidup: Laa ilaaha illallaah. Kalimat tauhid yang menjadi syarat pokok masuk Islam itu, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis sahih, juga menjadi jaminan keselamatan yang tak lekang, meski penuh luka dan noda.

SyaikhYusuf al-Qardhawi, ulama terkemuka Mesir, menggarisbawahi hal itu dalam karyanya Fatawa Qardhawi. Menurutnya, siapa pun yang meninggal dunia dalam keadaan masih membawa sebutir iman dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum ajal, maka ia “pasti masuk surga”—meski jalannya mungkin berkelok dan penuh siksa.

“Dia diazab terlebih dahulu di neraka disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosanya yang belum bertobat dan tidak diampuni. Tetapi dia juga tidak kekal di neraka, karena di dalam hatinya masih ada sebutir iman,” tulis Qardhawi.

Dalam hadis riwayat Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha illallaah, kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.” Sebuah hadis yang kemudian menjadi oase harapan bagi banyak Muslim yang terseok-seok menjaga konsistensi iman.

Baca juga: Bacaan Zikir yang Paling Utama di Mata Allah adalah Syahadat

Namun, janji itu bukan berarti impunitas spiritual. Jalan ke surga tetap harus melewati pengadilan amal. Qardhawi menjelaskan bahwa seorang Muslim tetap bisa mengalami azab neraka jika meninggal dalam keadaan belum bertobat dari dosa-dosa besar seperti zina, pencurian, atau pengkhianatan. Tapi azab itu, kata Nabi dalam banyak hadisnya, bersifat temporer. Surga tetap menjadi titik akhir.

“Walaupun dia berbuat zina dan mencuri,” demikian sabda Nabi ﷺ dalam hadis riwayat Abu Dzar yang dikutip Qardhawi, “jika ia tidak mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga.” Hadis itu diulang Nabi dua kali, seolah mempertegas bahwa rahmat Allah mengalahkan murka-Nya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya